Clarissa terdiam dengan menahan napasnya saat memikirkan pertemuan yang akan dia lakukan dengan Evander. Rasa bergejolak di hatinya sangat kuat namun saat tangan kurusnya meraba perutnya yang mulai menonjol membuatnya menahan semua perasaan yang tersisa. "Nyonya,apakah kau masih membutuhkan sesuatu?" Tersentak, Clarissa mendongak, mendapati pengurus rumah tangga Zoumi yang menatapnya sedikit khawatir. Wajah yang mulai mengendur itu memegang piring sarapannya dengan hati-hati. "Apakah Nyonya menginginkan makanan tertentu? Aku akan membuatkan sesuai kemauan Nyonya." Clarisaa tersenyum lemah dan menggeleng. "Tidak, aku baik-baik saja. Terimakasih atas sarapan paginya." dia membungkukkan badannya dalam lalu berlalu menuju kamar tamu. Pengurus rumah tangga Zoumi mendesah sedih. Baga

