Aku kembali, ayo bertemu.

2137 Words

Tak ada hal yang lebih membingungkan di mata Clarissa selain rumah asing juga ruangan kamar yang tak dia kenali. Ruangan bernuansa abu-abu dengan tempat tidur besar juga ruangan yang luas itu membuat keningnya mengerut waspada. Dia mencoba mengingat hal terakhir yang dapat dia pikirkan sebelum bayangan sebuah jarum suntik itu menancap di lengannya lalu dia tak sadarkan diri. "Dokter Henry," gumamnya tanpa sadar. Matanya terbelalak waspada dengan gerakan kepala cepat memeriksa pergelangan tangannya yang sudah tak mengenakan selang infus. Satu tangannya lain dengan cepat meraba rasa nyeri yang masih membayangi namun matanya lebih waspada saat pintu ruangan kamar tersebut terbuka. "Oh, kau sudah bangun?" "Dok-" "Cla, aku akan menjelaskan semuanya." potong Henry dengan tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD