Bang! Anterin belanja. Kevin nyebelin banget pokoknya gue gak mau belanja sama dia! ... Dafi menghentikan kunyahannya saat membaca pesan tersebut. Dafi kemudian menoleh ke arah Laura lalu memberikan ponsel ditangannya pada perempuan itu. Seperti biasa, menjelang siang Dafi dan Laura baru menyantap sarapan. Begitu bangun, rumah tampak sepi, ya ... tentu saja sepi. Mereka baru keluar kamar hampir jam sepuluh. Ayah sudah pergi bekerja, sementara Bunda menurut pengurus rumah beliau pergi keluar untuk mengurus sesuatu. Saat keduanya menikmati makanan dalam suasana yang sunyi. Ponsel Dafi berdering. Pertanda sebuah pesan masuk yang tidak lain dari Dania. Laura menaikkan satu alis saat menatapnya. “Apa?” tanya Laura heran. “Dania.” Laura menunduk, lalu meraih ponsel

