Part 39

1699 Words

Dafi memeluk Laura dengan sangat erat, menghirup aroma bunga yang sangat tenang dari perpotongan leher Laura. Aroma khas sang istri yang akan sangat ia rindukan. Dafi mengurai pelukannya, ia kemudian membubuhkan kecupan-kecupan singkat diseluruh permukaan wajah Laura lalu memberikan sang istri sebuah senyuman.   Rasanya berat sekali, entah mengapa semangat yang ia miliki kemarin untuk mengurus seluruh kepentingan perusahaan kini musnah saat ia sadar harus pergi, meninggalkan Laura dan tak akan bisa memeluknya selama beberapa saat.   Di depannya Laura terkekeh kecil dengan tangan yang terulur mengelus lengannya. “Ada apa dengan wajahmu itu Dafi? Ini cuma tiga hari bukan pergi dalam waktu lama.”   Dafi menghembuskan napas lalu memeluk Laura lagi, membenamkan kepala di ceruk leher Lau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD