Part 49

1668 Words

Dafi membuka mata ketika merasakan tidurnya terganggu, matanya mengerjap beberapa saat menetralkan penglihatannya sebelum mengedarkan pandangan. Ia menghembuskan napas kemudian mengedarkan matanya lagi ketika menyadari dirinya tidak lagi di ruang rawat inap rumah sakit, melainkan dalam sebuah van milik keluarganya.   “Dafi ... kamu sudah bangun nak?”   “Bunda ... ini ... kita mau kemana?”   “Kita akan pindah rumah sakit sayang. Bunda akan memastikan kamu mendapatkan pelayanan terbaik. Bunda yang akan merawatmu sendiri.”   Dafi meneguk ludahnya kasar, perasaannya mulai buruk saat menyadari keposesifan sang ibu mulai menjadi-jadi. “Bunda ... bagaimana jika Laura mencari Dafi? Bunda sudah memberitahu Laura?”   “Buat apa Bunda beritahu dia? Biar tahu rasa ... siapa suruh dia mengaba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD