Part 48

1805 Words

Amarah yang bersarang dalam hati Laura seketika menguap setelah melihat Dafi terbaring tak berdaya dengan selang infus yang tertancap di tangan. Rasa kecewa dan sakit hati yang sebelumnya ia rasakan kini musnah, menguap begitu saja seolah ia tidak pernah merasakan hal tersebut.   Satu persatu penjelasan ia dengankan dari orang sekitar, membuat pipinya serasa tertampar bertubi-tubi, semakin memupuk rasa bersalah yang bersemayam dalam hatinya. Merasa begitu egois dan sangat tidak berguna.   ...   Ketika Dafi memasuki Emergency room Laura tidak henti-hentinya menangis, ketakutan. Setelah Dafi tak sadarkan diri ia baru menyadari Dafi begitu pucat, lelaki itu juga ternyata lebih kurus dari terakhir kali ia perhatikan.   “Ini salah saya Bu. Ini salah saya. Maafkan saya Bu selama Bapak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD