“entah lah sayang, sejujurnya hal yang sangat aku takutkan sekarang adalah kata kata menenangkan dari suami ku sendiri.” Ririn menoleh pada bastian sebentar, dan fokus lagi pada laptopnya. “jika kamu sudah tidak percaya pada suami mu, maka semua ucapan ku hanyalah angin lalu bagi mu, apapun yang aku katakan hanya kamu anggap lelucon.” Bastian sebenarnya tahu jika dia sudah sangat salah, tapi dia ada tujuan di balik semua nya. “ aku akan menghamili Nisa, dan akan mengambil anak nya, semua akan aku buat berjalan sempurna, aku memang tidak bisa mendapatkan anak dari rahim mu, tapi aku bisa mendapatkan ibu yang pantas buat anak ku kelak, Cuma kamu ririn, hanya kamu.” Bastian bergumam dalam hatinya, dia melihat wajah istrinya yang sangat lelah. Ingin mengatakan semuanya, tapi pasti dia akan be

