bab 2

3537 Words
Ririn dan Eka sampai di rumah Linda, melihat pagar yang terkunci Ririn menghubungi Linda untuk memastikan apakah Linda berada di rumah atau tidak?. “Aku sudah di depan rumah kamu.” Ucap Ririn yang masih sesenggukan lelah menangis, Eka pun turun dari mobil, setelah Ririn mengatakan padanya untuk membuka pagar karena tidak terkunci. Mobil Ririn masuk ke dalam halaman rumah Linda, bekas merah di leher Bastian masih terbayang-bayang di kepalanya, memikirkan apa yang terjadi semalaman. Linda mendekati pintu mobil Ririn, tampak wanita muda itu sedang termenung. “Cerita sama aku di dalam rumah saja, kamu tenangkan dulu diri kamu. Aku akan mendengarkan semuanya, jangan siksa diri kamu dengan memendam sendiri semua masalah kamu.” Ucap Linda dengan sangat lembut, Ririn pun turun dari mobil, dia memeluk Linda sahabat yang sudah di anggapnya kakak. “Eka, bawa semua barang kalian untuk masuk ke rumah ya.” Ucap Linda tersenyum pada Eka, dia membawa Ririn masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Eka yang sedang menurunkan baju mereka berdua dari mobil. Linda membawa Ririn masuk ke dalam kamar tamu, dia sangat menjaga privasi dari sahabatnya ini, mendengar dan memberikan pendapat selalu diberikan oleh Linda, karena Ririn wanita yang sangat baik, dia tidak akan terima jika ada yang menyakiti Ririn. “Kamu kenapa Rin?” tanya Linda pada Ririn, yang sudah kelihatan tenang setelah lelah menangis. “Bastian semalaman tidak pulang ke rumah, aku tunggu dia pulang di depan rumah pagi buta. Aku selalu berpikir, Bastian tidak akan mungkin menghianati pernikahan kami, tapi ternyata semua salah, semalaman tidak pulang karena dia menghabiskan malam dengan seorang wanita Linda.” Kata Ririn dengan suara yang sudah berat karena lelah menangis. Linda sangat terkejut sekali, Bastian yang dikenal baik olehnya, adalah suami yang sangat menyayangi istri, apalagi Bastian sangat mencintai Ririn, terlihat jelas saat Bastian berusaha mendapatkan cinta Ririn. “Kamu yakin Rin?” tanya Linda memastikan perkataan Ririn, dia sangat berharap jika Ririn ini sedang mengigau atau sedang tidak dalam keadaan yang tidak baik. “Bagaimana aku tidak yakin Linda, saat tadi dia pulang ke rumah aku membukakan pagar untuknya, kemudian aku berlari ke arah mobil untuk menyapanya, hatiku sangat hancur melihat lehernya penuh dengan tanda merah, itu sudah pasti dilakukan oleh wanita lain, di bajunya juga ada wangi parfum yang bukan milikku.” Ucap Ririn dengan intonasi suara yang sudah tinggi karena dia tidak bisa menahan sakit hatinya di hadapan Linda Linda semakin tidak percaya dengan fakta yang diucapkan oleh Ririn, Bastian adalah pria yang sangat lembut, dia juga pria yang sangat sayang kepada Ririn, apa saja yang dilakukan demi kebahagiaan sahabatnya ini, tapi dia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa Bastian tega mengkhianati Ririn secara terang-terangan. “ Aku sangat tidak menyangka ternyata Bastian tidak sebaik yang terlihat, dia tega menyakiti kamu wanita yang dulu dikejarnya mati-matian!” ucap Linda dengan suara yang sudah penuh amarah. “Aku kira dia pergi semalam itu untuk mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk aku, ternyata dia pulang membawa kejutan dahsyat dan kado yang membunuh hatiku.” Ucap Ririn yang kembali menangis, dia tidak bisa melupakan tanda merah yang ada di semua leher Bastian. “ Aku sangat kecewa dengan perlakuan Bastian ini, kamu jangan kembali dulu kepadanya, Bastian harus menjelaskan semuanya kepada kamu Rin, apa yang dilakukannya sampai dia tidak pulang semalaman.” Ucap Linda dengan tegasnya, dia tidak akan membiarkan kebaikan sahabatnya di permainkan oleh Bastian. Lama mereka bercerita, Ririn yang tidak tidur semalaman sangat mengantuk hingga dia tertidur di kamar tamu di rumah Linda. Di tempat lain Bastian kehilangan Ririn, saat dia pulang ke rumah mobil milik Ririn tidak ada di garasi mobil. Bastian yang sudah sangat takut kehilangan Ririn berlari ke dalam rumah, dia masuk ke dalam kamar kemudian membuka lemari Ririn, baju Ririn sudah di bawa sebagian. “Eka, kamu lihat Ririn keluar dari rumah?” tanya Bastian saat dia keluar dari kamarnya, tidak ada jawaban dari Eka, Bastian mencari ke dapur juga tidak ada, dia semakin cemas memikirkan ke mana Ririn pergi dengan membawa hampir semua bajunya. “Ririn” teriak Bastian di dalam rumahnya, dia menghantam dinding rumah dengan kepalan tangannya. Nisa yang sudah kehilangan keperawanannya, menyesal,sama sekali! tidak ada itu di dalam hatinya, dia sangat puas telah bisa mengikat Bastian dengan nya. Rekaman video yang dimilikinya cukup menjadi bukti dan alat untuk mengancam Bastian. “aku tidak akan pernah bisa lepas dari kamu Mas Bastian, terimakasih sayang, sudah menelfon aku tadi malam kamu harus tahu Ririn bagaimana rasanya, jika pria yang meninggalkan kamu pergi begitu saja darimu.” Nisa sangat ingin sekali bertemu dengan Ririn, memberitahukan semua yang terjadi di malam tadi. “Semoga aku hamil anak mas Bastian, bukankan itu lebih mendebarkan, pasti semua keluarga mas Bastian mendukung aku lah,daripada wanita itu, tidak bisa memberikan seorang anak pada suaminya.” Nisa akan merencanakan hal yang sangat jahat kepada Ririn, bukan pada Bastian. Berkali-kali Nisa menghubungi Bastian, tapi pria itu tidak menjawab panggilan dari Nisa, dia mengabaikannya, saat ini dia hanya mau Ririn,kembali dalam pelukannya. Bastian memblokir nomor Nisa, dia tidak akan mau lagi berhubungan dengan Nisa, dia menganggap kejadian saat itu hanyalah kesalahannya saat mabuk berat, bukanlah keinginannya. “Linda, ya pasti Ririn sedang ada di situ, hanya Linda lah sahabat terbaik Ririn.” Bastian membersihkan badannya terlebih dahulu, dia membenci aroma parfum Nisa yang melekat di badan nya. Kesalahan pernikahan yang paling menyakitkan bagi sang istri adalah,saat suami yang di hargainya,di cintai nya dan di jaganya dalam setiap doa yang di temani dengan tetesan air mata,justru tega menduakan nya dengan wanita lain,bahkan hinga melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa adanya ikatan pernikahan. Ririn,wanita yang sangat menyayangi Bastian, hati yang tulus dan sikapnya yang sangat lembut, itulah yang membuat Bastian selalu kagum, hal yang ada dalam diri Ririn, yang tidak ada dalam diri wanita lain. “Jika ada yang membuat mu marah kepada ku,kenapa kamu diam dan diam, kamu punya mulut Bas, untuk mengatakan semua kekurangan ku. Aku akan mencoba untuk memperbaiki diriku, tapi jangan kamu menikam ku dari belakang, wanita mana yang membuat mu berpaling dari ku? aku merasakan perubahan cinta mu kepada ku. Aku tidak bisa menyelami hati mu Bastian, hanya kamu yang tahu apa isi hatimu.” Ririn menangis dalam perihnya luka yang di torehkan Bastian. Bayangan Bastian melakukannya dengan wanita lain terus menghantuinya. Linda dan Eka tidak bisa masuk ke kamar Ririn, mereka memberikan waktu kepada Ririn, menangis dengan hati yang sangat terluka, pria yang sangat di cintai nya tega melakukan hubungan badan kepada wanita lain yang bukan istrinya. Mobil Bastian tampak memasuki halaman rumah Linda, dia ingin membawa Ririn pulang dan membicarakan semuanya, dia akan jujur pada Ririn, tapi dia tidak mau jika Ririn meminta cerai padanya. “Ririn,Ririn.”  Bastin berteriak memanggil istrinya, Linda membuka pintu rumahnya,dia melihat Bastian dengan perasaan jijik, dan melihat tanda merah di leher Bastian. “Masih punya muka ya kamu, sudah mengecewakan istrimu dengan cara menjijikan begitu, kamu tahu kado ulang tahun mu kali ini,sangat hebat, kamu suami yang sangat hebat.” Linda bertepuk tangan di hadapan Bastian. “Aku mau Ririn pulang bersama ku.” Tidak menggubris perkataan  Linda. “ibu, ada di kamar ini pak.”Eka juga tidak tahan mendengarkan tangisan Ririn. “Sayang, aku bisa menjelaskan nya, aku akan menceritakan semuanya, tapi tolong buka dulu pintunya, kita pulang ya sayang.” Bastian menggedor-gedor pintu kamar Ririn. “pergi kamu.” Ririn berteriak dengan sangat kuat,Bastian tahu dia salah, tapi dia juga berhak untuk menceritakan semuanya, tapi memang kesalahannya berawal dari minum dengan sangat banyak,hingga dia menghubungi Nisa. “aku mau bercerai,aku tidak butuh penjelasan kamu lagi!” Ririn yang dalam emosinya, hanya bisa mengucapkan itu kepada Bastian. “tidak akan pernah ada perceraian di antara kita Ririn, aku sangat mencintaimu!” Bastian berteriak membalas perkataan Ririn. Bastian pergi dari rumah Linda, dia tidak mau semakin memancing amarah Ririn. 1 minggu lamanya setelah kejadian menyakitkan itu, Ririn tidak mau mengangkat telfon dari Bastian, dia memilih menginap di hotel bersama Eka dan mengendalikan pekerjaannya dari hotel,saat tinggal di rumah Linda, Bastian selalu datang untuk mencoba berbicara dengan Ririn, tapi hasilnya Nol. Mencoba mencerna semua yang terjadi,Ririn masih belum mau menemui Bastian. Ririn membiarkan rasa kecewa itu menguasai dirinya tidak mau memberikan kesempatan pada Bastian untuk menerangkan apa yang terjadi,karena jelas sudah ada buktinya,Bastian mengkhianati Ririn secara terang-terangan. Di saat cinta suci yang di jaga wanita di nodai seorang pria,di situlah letak kehancuran dari seorang wanita, rasa percaya pasti akan hilang begitu saja. Bastian  tidak bisa memaksa Ririn, karena dia tahu itu pasti sangat percuma,kesalahan nya kali ini sangat fatal,menemui Linda itulah yang dilakukan Bastian, dia hanya ingin Linda bisa mengerti keadaannya sebagai seorang pria. “Lin, kamu jangan hanya berpihak pada Ririn saja,aku pria normal,aku sudah menahan semua ini sepanjang pernikahan kami. Aku harus bagaimana? Kepada siapa aku harus menceritakan nya,jika tidak kepada kamu. Mungkin kamu punya cara untuk mengobati nya.” Bastian yang sedang ada di ruang kerja Linda memohon, untuk mendengarkan keluhannya. “Sekalipun ada kekurangan pada istri kamu, tidak seharusnya kamu bermain wanita di belakangnya kan? Ririn itu wanita yang sangat baik,kamu tega membuat dia sampai seperti itu,kamu kelewatan batas Bastian.” Linda masih belum mau mendengarkan penjelasan Bastian, dia masih melihat permasalahan ini dari sudut pandangnya sebagai wanita dan sahabat. “Lin, aku ke sini juga untuk meminta kamu mengobati Ririn,kamu dokter dan sahabatnya,kamu pasti paham dengan penyakit Ririn ini. Di awal pernikahan kami,di saat kami melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kalinya aku menyentuhnya, Ririn sangat kesakitan.tapi itu mungkin wajar karena dia masih perawan. Aku mencobanya lagi hingga kami berdua saling menyatu, Ririn sangat kesakitan hingga menangis, dan aku tidak melanjutkan-nya, karena aku tidak sanggup melihat dia menangis.”  Bastian yakin Linda pasti akan sangat dewasa dalam hal ini, karena ini juga pekerjaannya dan dia pasti paham. “ Dia perawan ya itu memang wajar bagi dia,kamu saja yang tidak sabaran,makanya Ririn sangat kesakitan,jangan cari alasan yang membuat Ririn ter pojok, jelas-jelas kamu sudah salah dalam hal ini.” Linda yang sedari tadi menunggu alasan Bastian melakukan tindakan jahat itu dibelakang Ririn. “Salah?” Bastian merasa percuma jika tidak menceritakan semuanya pada Linda. “Saat aku dalam keadaan mabuk aku menelpon mantan kekasih ku, ya kau tidak tahu apa alasannya,tapi aku dalam keadaan mabuk. Dia datang untuk menjemput-ku ke club malam, Aku kira dia Ririn,harusnya kamu tahu Lin,jika dalam keadaan mabuk, pria seperti aku yang tidak pernah puas saat berhubungan suami istri ada dalam pelukan gadis yang tak lain adalah mantan ku.” Bastian tidak menjaga perasaan Linda lagi sebagai sahabat dari Ririn,dia harus mengatakan semua alasannya pada Linda. “Mantan? Jadi kamu melakukannya pada mantan kekasih mu? Dimana letak pikiran kamu Bastian.” Linda berteriak pada Bastian, bagaimana jika nanti Ririn tahu semuanya,pasti akan lebih menyakitkan bagi nya kan. “iya, aku dalam keadaan mabuk,aku sudah memendam semuanya selama 4 tahun, setiap berhubungan suami istri tidak ada kenikmatan,aku hanya menyakitinya saja. Aku melakukannya dengan Nisa,dan dia dalam keadaan masih perawan,rasanya sangat berbeda Lin, aku bisa melakukannya pada Nisa tanpa ada rasa sakit pada Nisa,kami bisa melakukannya 2 kali dalam semalam,dia sangat berbeda dengan Ririn, Aku ingin kamu tahu juga Lin,bahwa aku ini pria normal, saat aku melakukannya dengan Nisa,itu kenikmatan yang sangat luar biasa.” Bastian sudah menceritakan semuanya,terserah jika Linda akan percaya apa tidak. “Kenikmatan? Kenapa Ririn tidak bisa memberikan kamu itu,semua bentuk wanita itu sama Bas! Apa milik Nisa itu berbentuk segitiga sehingga kamu membandingkan istri kamu dengan wanita lain,dimana letak otak kamu?” Linda menghembuskan nafas-nya,jengah dengan perkataan Bastian. “Kamu seorang dokter,aku harap kamu paham, saat aku sudah ingin melakukannya, bagian sensitif  Ririn sangat kering,meskipun aku sudah melakukan berbagai cara untuk membuat Ririn juga akan merasa ingin melakukannya, aku kadang terpaksa harus melakukannya,karena aku ini pria normal Linda,dia akan merintih kesakitan,tapi aku terus melakukannya.” Bastian tidak merasa bersalah sudah mengatakannya pada Linda,agar semuanya jelas,apa yang terjadi. Linda tidak bisa menjawabnya, dia tidak tahu jika Ririn tidak merespon sentuhan yang diberikan Bastian,apa yang terjadi pada Ririn. Linda membuka pencarian di laptop-nya,dia berharap ini tidak terjadi pada Ririn. Membaca semua artikel yang ada,mengarah pada jika Ririn mengalami kelainan pada dinding rahimnya,sehingga tidak akan bisa memberikan kepuasan pada bastian. “Tolong beri pengertian pada dia,aku sangat mencintainya tapi aku pria normal yang juga ingin kepuasan saat kami saling menyatu, apa yang harus aku lakukan agar dia bisa seperti wanita normal lainnya,aku juga tidak mau berkhianat kepadanya, Aku sudah menyalahkan diriku berkali-kali,tapi dia juga harus tahu alasan semua ini terjadi.”  Bastian mengusap wajahnya,paling tidak Linda sudah tahu,apa akar masalah di dalam kehidupan rumah tangga nya.   Linda menemui Ririn ke hotel,dia akan melakukan pemeriksaan khusus untuk Ririn, dia sangat berharap jika Bastian hanya berbohong demi menyembunyikan belangnya. Jika benar keadaan Ririn memang begitu adanya, maka Ririn memang harus bisa mengambil keputusan demi mereka berdua. “Kamu mau kan aku periksa rahim nya? Aku tidak suka Bastian mengatakan tentang privasi mu kepada ku.” Linda mengusap punggung Ririn, dia tahu pasti teman nya ini sangat terluka, tapi dia juga tidak mau, Ririn akan terus menjadi kambing hitam bagi Bastian. “Dia masih bisa mengatakan hal seperti itu, dia masih punya otak kan,aku yang di sakit olehnya, kenapa dia sengaja mencari kekurangan ku.” Ririn menangis memeluk Linda, dia sangat tidak menyangka semua yang dikatakan Bastian. Dengan sangat yakin, Ririn pun melakukan pemeriksaan di rumah sakit milik Linda, dia akan menceraikan Bastian, tidak perlu cinta yang masih sangat besar tapi jika dia sudah masuk ke dalam ranah pribadi nya, maka lebih baik berpisah, tidak tahu kepada siapa saja Bastian mengatakannya. “kamu siap kan?” Linda meyakinkan Ririn, dia juga sudah menghubungi Bastian, tanpa sepengetahuan Ririn, karena dia ingin Bastian tahu kesalahannya, bukan memojokkan Ririn lagi. Alat-alat sudah dipersiapkan untuk memeriksa Ririn, mata Ririn terpejam, dia membayangkan awal pernikahannya dengan Bastian,perlahan-lahan dia mulai mendapatkan perubahan sikap Bastian, saat kemarahan Bastian yang tidak tahu sebabnya, pergi dan diam tanpa tahu alasannya, Bastian yang sudah mendapat pesan dari Linda, dia segera menemui Ririn, ingin tahu apa yang terjadi pada istrinya, dia tidak akan mempermasalahkan apapun itu, dia akan membawa Ririn berobat kemana saja, asalkan jangan ada perkataan cerai dari Ririn. “aku tidak bisa hidup tanpa kamu,aku sangat mencintai mu.” Bastian menuju ruang periksa pasien, tempat dimana Ririn sedang di periksa. Linda merasa deg-degan berharap jika apa yang dia lihat ini tidak benar adanya, dia berharap jika alat yang sedang digunakannya sedang rusak atau ada gangguan, tapi sayangnya tidak, alat ini sudah bekerja sebagaimana mestinya. “ya Tuhan, apa yang harus ku jelaskan pada Ririn?” Linda menyudahi pemerikasaan nya, dia juga sudah melihat wajah Ririn yang pasti akan sangat kecewa dengan hasilnya. “Lin.” Ririn turun dari tempat tidur pasien, dia melihat Linda yang termenung dengan photo kecil hitam yang ada di tangan nya, dia merasa pasti ada yang salah dengan dirinya. Ririn duduk di hadapan Linda, dia menunggu keterangan dari Linda. “kamu pernah mengkonsumsi Pil Kb?” Linda melihat Ririn dengan seksama “tidak pernah Lin.” Ririn masih berpikiran positif pada sahabatnya ini. “Rin, apapun yang akan aku jelaskan, kamu sanggup mendengarnya,atau kamu mau ini kita lupakan saja?” Linda sudah mau menyimpan semua photo usg rahim Ririn. “apa yang kamu dan Bastian sembunyikan, aku kenapa?” Ririn memegang tangan Linda. “Tidak ada yang bisa di tutupi juga Rin, kamu harus tahu apa yang menyebabkan Bastian berubah di awal pernikahan kalian, Aku sudah memeriksa keadaan Rahim kamu Rin, ada kelainan di dinding rahim kamu,sehingga saat kamu dan Bastian melakukan hubungan suami istri, tidak ada cairan yang membantu proses  itu terjadi, kamu akan kesakitan, merasa perih di sekitar di area kewanitaan kamu, dan Bastian akan susah melakukan nya,sehingga ini akan membuat dia kesal Rin, karena saat pria sudah dalam nafsu nya ingin melakukan nya terganggu dengan keadaan kamu.” Linda hanya bisa menjelaskannya sampai di situ. “aku sudah mengerti.” Ririn berdiri dari tempat duduknya, dia membuka pintu ruangan Linda, air mata terus menetes, kenapa harus dia yang mengalaminya” bukankah masih banyak wanita yang lain? “maafkan aku.” Bastian langsung memeluk Ririn,saat dia melihat Ririn keluar dari ruangan Linda, dia tidak mendengarnya, tapi dia tahu jika hasilnya pasti sangat membuat istrinya terluka. “aku mau pulang.” Ririn berjalan duluan, dia meninggalkan Bastian sendirian. “pulang ke rumah kita kan.” Bastian menggenggam erat tangan Ririn, dia lega istrinya ini mau pulang lagi.” Ririn sama sekali tidak membahas apa yang telah dilakukan Bastian dibelakangnya,dia kecewa dengan dirinya sendiri,dia gagal menjadi istri dan wanita. Bastian lega Ririn bisa kembali padanya, dia akan menjelaskan nanti pada Ririn. Sepanjang jalan Ririn hanya diam saja,dia tidak mau berbicara pada Bastian,hingga mereka sampai dirumah.Eka langsung membukakan pintu rumah setelah dia mendengar ada suara mobil. “Eka, kamu istirahat dulu, jangan keluar dari kamar.” Ririn akan mendengarkan Bastian,alasan apa yang akan di berikan Bastian padanya. “baik buk.” Eka segera masuk kedalam kamarnya,dia menguncinya,karena matanya memang sangat ngantuk,dengan mendengarkan lagu dari hp nya, dia mulai tertidur. “mau bicara dimana.” Ririn memberikan pilihan kepada Bastian. “di kamar saja.” Bastian membukakan pintu kamar,Ririn masuk dan Bastian menguncinya. “sayang, aku tahu jika aku sudah melakukan kesalahan fatal, tapi semuanya ada alasannya,maaf jika sebagai pria aku tidak sempurna,karena aku tidak bisa menjaga perasaan kamu selama ini, maaf jika aku..” Bastian terdiam,dia belum selesai bicara tapi Ririn sudah memeluknya. “Sudah lah sayang semua sudah terjadi, kamu sudah melakukannya juga,jadi kamu mau menerangkan apa?” Ririn tersenyum dengan manisnya kepada Bastian. “jangan begini sayang.” Bastian sangat tidak nyaman dengan senyuman itu, dia sangat terluka,merasa Ririn tidak mencintainya lagi karena dia tidak sempat mengatakan apapun. “aku tidak suka membahas hal ini lagi mas,aku yang tersakiti di sini,jadi tolong hargai ucapan ku,bersikaplah seperti biasa,maka aku akan melupakan semuanya.” Ririn duduk di atas tempat tidur,Bastian tidak bisa mengatakan apapun pada Ririn. “sayang, bisa kamu keluar,aku mau tidur.” Ririn menghidupkan AC dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. “sayang,kamu berhak menanyakan apa penyebab semuanya terjadi.”Bastian tidak merasa tenang. “sepertinya kamu sangat tertarik untuk menceritakan nya,apa kamu ingin aku bangga dengan sikap kamu? Kamu mau menunjukkan apa? Menunjukkan jika kamu puas melakukannya berkali-kali dalam satu malam,heemmm.” Ririn melipat kedua tangannya,menunggu jawaban dari pria bejaat di hadapannya. “dengarkan aku,aku mau kamu tahu jika aku dalam keadaan mabuk, bukan dalam keadaan sadar,jadi itu diluar akal sehat ku.” Bastian mencoba mencari cela untuk membersihkan namanya. “akal sehat.” Ririn menunjuk kepalanya sendiri. “kalau akal kamu tidak sehat berarti kamu gila! Kamu normal kan? Apa sudah gila?” jawaban Ririn yang membuat Bastian tidak bisa menjawabnya. “kamu egois, tidak mau mendengarkan penjelasan ku, harusnya kamu cari tahu alasannya!” bastian berteriak kepada ririn. “aku tidak mau tahu alasan kamu,aku tidak mau tahu.” Teriak ririn pada Bastian,kemarahan yang tadi sudah hilang muncul kembali. “cari tahu kelemahan mu, baru kamu berteriak seperti ini kepadaku Ririn.” Bastian sebagai pria yang ingin kepuasan saat mereke melakukan hubungan suami istri,menuntut kedewasaan dari Ririn. “seandainya pun aku sudah tahu kelemahan ku,ingat satu hal,aku tidak akan memperbaikinya untuk pria tidak berakal sehat seperti mu!” ririn menatap tajam Bastian, dia menunjukkan kebenciannya,ternyata kelemahan ini yang membuat Bastian selalu tidak menginginkannya. “jawaban apa itu Ririn,aku suami mu, aku pantas untuk mengatakannya kepadamu, agar rumah tangga ini bisa terjaga sampai akhir.” Bastian menunjuk Ririn dengan tangan kirinya. “akhir? Ririn menyunggingkan senyumnya.” Sampai akhirnya kamu melakukan nya berulang kali,begitu? Kamu bisa melakukannya lagi,aku tidak akan mau tahu Bastian.” Ririn baru tahu sisi lain dari Bastian, cintanya bisa memudar saat ada kekurangan dalam dirinya. “Kamu akan menyesal Ririn!” Bastian memikirkan semua ucapan nya, dia baru sadar apa yang dia ucapkan barusan, “aku akan mengantarkan kamu berobat kemanapun, jangan berdebat lagi seperti ini.” Bastian menurunkan nada suaranya. “aku tidak akan pernah melakukan nya, aku akan memperbaiki diriku,jika nanti ada pria yang datang dengan tulus datang untuk menggantikan mu.” Sesak rasa di dadanya, mengetahui sifat buruk bastian, “kamu mau kemana, selamanya kamu akan menjadi istriku, dan tidak akan ada pria lain yang bisa menggantikan aku,selain jika aku mati.” Bastian  mencengkram lengan ririn Tersenyum dengan penuh dendam “ternyata kamu sangat menjijikan sekali ya, kamu pikir rasa cinta itu akan sama,jika aku masih bertahan dengan mu,tidak akan sama sekali!” Ririn menghempaskan tangan Bastian. “kenapa kamu seperti ini,dimana Ririn ku.” Bastian berteriak kepada Ririn “harusnya kamu mengatakan kekurangan ku,jangan menutupinya dan menyimpan nya,hingga aku yang tersakiti,jangan buat aku menderita mencintai kamu. kamu sangat tahu kan bagaimana aku mencintai mu,bukan hanya kamu, tapi setiap hinaan dari keluarga mu , aku telan pahit –pahit,tapi kenapa kekurangan ku menjadi alasan mu untuk menyakiti ku?’ air mata yang ditahannya lolos begitu saja membasahi pipi nya. “aku salah,maaf sayang.” Bastian membawa ririn dalam pelukannya, tapi ririn tidak mau sama sekali. “kamu  yang mengejar aku dengan cara rendahan Bastian, harusnya kamu tahu cara menjagaku,bukan menyakiti ku seperti ini.” ririn menarik nafasnya panjang,sangat sesak baginya. “maafkan aku.” Bastian memilih untuk menghindari Ririn, dia akan semakin melukai perasaan ririn nantinya. “pastikan wanita yang kamu tiduri itu,tidak akan hadir lagi dalam hidup mu,karena aku tidak akan memberikan ampunan lagi kepada mu,aku anggap semuanya selesai!” ririn menyudahi perdebatan nya dengan bastian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD