Chapter 34

1813 Words

Kecemburuan membuat Nadia panas. Sepanjang perjalanan dia memajukan bibirnya. Di tambah Arsa dan Anggit yang selalu membuat Nadia merasa kesal. Seperti saat ini, saat mereka sampai di hotel. Semua karyawan yang ikut dinas, turun dan menggeret kopernya menuju loby hotel. Nadia yang dengan perasaan kesalnya turun. Namun, saat melihat view pemandangan sekitar, dia tidak jadi merasa kesal. Dia membuka mulut tanpa sadar, terlalu terpesona dengan sekitar. "Woaa, lombok memang indah banget!" serunya. Anggit di sampingnya, menggeret koper sambil menggigit rotinya tersenyum, merasakan sentuhan angin spoi - spoi, menyapa kulit mereka. "Kalau gini caranya gue juga betah dinas tiap hari," ujar Anggit dengan senyum di wajah. Anggit dan Nadia, akhirnya sampai di loby hotel. Lobynya klasik, den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD