Lampu-lampu warna-warni berkelip di antara deretan wahana dan lapak jajanan. Suara riuh tawa anak-anak bercampur dengan panggilan para pedagang yang menawarkan arum manis, jagung bakar, dan balon berbentuk karakter kartun. Felix berjalan pelan di tengah kerumunan itu, menggendong Laura yang menempel manja di bahunya. Sesekali gadis kecil itu menunjuk ke arah lampu berputar atau boneka gantung di stand permainan, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. Felix menatap sekeliling, mencari sosok Alya dan Biyan di lautan manusia yang bergerak seperti gelombang. Bau popcorn manis bercampur dengan asap sate yang terbakar membuat udara pasar malam semakin pekat, namun hangat. Dari kejauhan, terlihat cahaya besar bianglala berputar perlahan, menjadi pusat perhatian semua orang. “Lihat, Papa! Lampu

