Hilmi diam merenung di ruang kerjanya. Usai obrolannya tadi dengan istri dan anak-anaknya, tiba-tiba ia jadi memikirkan anak-anaknya yang lain, Rajena dan Hayissa. Sudah tujuh belas tahun ternyata ia meninggalkan Rajena dan Hayissa tanpa sepatah kata pun yang ia ucapkan sebagai salam perpisahan terakhir. Tega? Memang. Hilmi begitu menyadarinya. "Rajena, Hayissa, kalian sudah dewasa ya sekarang? Kabar kalian gimana? Kalian masih tinggal di sana?" tanya Hilmi sambil menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruang kerjanya. Setiap kali melihat Juan dan Prita bertengkar kecil, ia jadi membayangkan jika Rajena dan Hayissa juga akan melakukan hal yang sama. Hilmi berharap di masa depan, kapan pun itu ia akan bertemu kembali dengan Rajena dan Hayissa. "Maaf ya, Ayah sudah jadi ayah yang pe

