Mendengar ucapan Hayissa, Rajena yang sedang mengunyah nasi goreng seketika tersedak. Dengan buru-buru Hayissa langsung berlari menuju dapur dan mengambilkan segelas air untuk sang kakak. "Abang, pelan-pelan dong makannya. Hayi gak akan habisin kok," omel Hayissa. Rajena memberikan kode agar Hayissa jangan dulu bicara. Adiknya itu menurut kemudian menutup mulutnya agar tak berbicara lagi. Setelah selesai minum, Rajena langsung menatap Hayissa dengan serius. "Gak mungkin. Ayah itu gak akan mungkin peduli sama kita. Dia aja udah lepas tanggung jawab, mana mungkin dia rela kasih bayarin SPP belasan juta itu," bantah Rajena. "Ibu?" Rajena mendelik, "Udah udah, gak usah sebut lagi mereka. Mau itu beasiswa dari mereka atau bukan, tetap aja gak ngaruh. Hidup kita udah kacau sejak kecil. Mere

