43. Peran Pembantu-Bima

1600 Words

Demi apa aku hanya jadi pemeran pembantu di kisahku ini? Aku yang berjuang mati-matian mendapatkan dia, kok malah om-om itu yang mendapatkannya? Bukankah ini nggak adil? Aku begitu marah, sampai rasanya sudah nggak bisa berkata-kata lagi. Hari ini adalah hari yang kutunggu setelah beberapa bulan kebersamaanku bersama Naya. Aku ingin menagih janjinya yang akan menerimaku menjadi temannya. Memang sih baru menjadi teman, tapi setelah menjadi teman, segalanya akan menjadi mudah. Tapi apa yang aku dapatkan saat menghadiri acara wisudanya? Dia malah bergandengan mesra dengan lelaki itu. Ah sial! Aku yang setiap hari menemaninya, yang memberikan semangat untuknya, dan berusaha selalu ada untuknya. Kenapa malah lelaki yang dengan mudahnya mendapatkan hati Naya. Apa lagi yang aku harapkan jika k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD