44. Keanehan Hidupku-Bima

1632 Words

"Sebenarnya ada apa sama Mas Bima?" Setelah berhasil masuk ke dalam mobil, kali ini Mita berusaha mengorek keterangan dariku. "Nggak ada apa-apa. Terserah aku mau singgah di mana, bukan urusanmu," ujarku ketus. Mita terdiam, mungkin di tersinggung dengan ucapanku. "Mau Mita beliin minum? Kayaknya Mas Bima haus, suaranya aja serak kayak gitu," tawarnya. Aku menggeleng. Sebenarnya aku memang haus, tapi kalau dibelikan Mita, nanti malah akan memperpanjang masalah. "Tapi jangan deh, kalau Mita beliin, nanti Mas malah kabur," katanya seperti mengoreksi ucapannya. Oya, benar juga. Harusnya tadi kubiarkan saja dia membelikan minuman untukku, agar aku bisa kabur darinya. "Mita minta teman Mita beliin aja ya," katanya. "Jangan aneh-aneh deh. Dari dulu nggak berubah, kamu tahunya ngerepotin ora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD