45. Mengabaikannya Ternyata Sakit-Bima

1643 Words

"Mas Bima...." Samar aku seperti mendengar seseorang memanggil namaku. Mataku terbuka pelan, samar aku merasa wajahku terasa hangat, seperti sedang dielus oleh seseorang. Naya? Ah! Tidak mungkin. Sepertinya pikiranku sudah dipenuhi oleh sosok Naya. Baru membuka mata saja, yang kuingat malah dia. Nah, dia sendiri, mana ingat denganku. Memang benar, ini bukan Naya. Aroma Naya nggak semanis ini. Aku berusaha membuka mataku dengan enggan. "Mita?" Mataku kontan terbuka lebar, tangan Mita yang sedang berada di keningku kontan terlepas. Aku terduduk sambil melihat sekelilingku. Sejenak aku bingung sedang di mana aku saat ini. Tidak ada Naya, hanya ada Mita. "Mita kira Mas Bima sakit, soalnya wajahnya pucat," ucap Mita seperti kaget dengan aku yang bangun tiba-tiba. Aku memicingkan mataku, ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD