bc

Om, Aku Hamil!

book_age16+
6
FOLLOW
1K
READ
BE
HE
love after marriage
age gap
fated
forced
friends to lovers
pregnant
heir/heiress
sweet
bxg
city
cheating
childhood crush
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Athaya hanya ingin istirahat di kamar om Cakra tapi tiba-tiba pria itu malah datang dan menggendong tubuhnya ke atas tempat tidur. Untungnya Athaya berhasil kabur, hanya saja kenapa pria itu malah mengira kalau mereka sudah tidur bersama.

Aneh sekali!

Athaya tentu saja membantah kalau mereka telah b******a. Namun sesuatu yang mendesak malah terjadi dan Athaya terpaksa mengaku hamil anak om Cakra.

chap-preview
Free preview
01
Happy Reading! Athaya menyentuh perutnya lalu melotot saat merasakan ada sesuatu yang keluar dari area pribadinya. Sepertinya ia kedatangan tamu bulanan. "Duh gimana?" gumam Athaya, pasalnya saat ini ia sedang berada di rumah tante Rihana. Mereka ada acara dan saat ini tidak mungkin ia pulang duluan. Athaya mendesis saat merasakan ada yang keluar lagi. Jika terus seperti ini maka dipastikan ia akan ada dalam masalah besar. "Mama, kita pulang yuk!" ajak Athaya pada mama Mona. "Kok pulang? Kita baru satu jam di sini. Lagipula kan tadi mama sudah bilang, kalau mau ikut. Jangan minta pulang." omel Mona pada Athaya. Athaya langsung merapatkan pahanya. Ia harus segera mencari solusi. "Mungkin Athaya lelah, Mona." sela Rihana. "Lelah apanya, memang Athaya masih kekanakan." sahut Mona ketus. "Tapi, mah---" "Sudah, diam!" marah Mona membuat Athaya akhirnya mau tak mau menutup mulutnya. Diam-diam Rihana mendekati putri dari temannya itu."Naiklah ke atas dan istirahat di kamar Cakra" "Di kamar om Cakra, tante? Tapi nanti kalau om Cakranya marah bagaimana?" tanya Athaya tak enak. "Cakranya belum pulang, lagipula kan cuma numpang istirahat. Kalau kamar yang lain sudah penuh." bisik Rihana membuat Athaya mengangguk. Lagipula ia tak punya pilihan lain. "Kalau begitu aku ke atas ya, tante." pamit Athaya. "Iya, nanti turunlah saat makan malam." Athaya tidak menyahut lagi karena sekarang ia sudah berlari ke lantai atas lalu segera melangkah menuju kamar om Cakra. Om Cakra adalah adik dari tante Rihana. Harusnya Athaya panggil kakak tapi jadinya aneh karena perbedaan usia mereka cukup besar, makanya dipanggil om saja. Ceklek "Gelap sekali." gumam Athaya, pasalnya kamar dari pria yang berusia tiga puluh lima tahun itu hanya diterangi oleh satu lampu kecil. Athaya mendesis lagi lalu segera menutup pintu dan berlari menuju kamar mandi. "Tuh kan!" keluh Athaya saat menemukan jejak darah di celana dalamnya. "Ck! Sekarang bagaimana?" gumam Athaya sambil melihat kiri kanan, siapa tahu ada pembalut. Tapi inikan kamar pria, mana mungkin ada pembalut. Ctakk brakkk Tubuh Athaya langsung membeku saat mendengar suara dari arah luar. "Siapa?" teriak Athaya lalu segera menaikkan celana dalamnya kembali kemudian merapikan celananya dan bergegas keluar dari kamar mandi. Namun belum sempat ia bereaksi, sebuah lengan tiba-tiba saja hinggap di perutnya. "O-om Cakra!" kaget Athaya lalu setelah itu, tubuhnya langsung digendong dan dibawa menuju tempat tidur. "Om Cakra, lepas!" teriak Athaya keras lalu melotot saat menyadari kalau pria yang sekarang sedang menindih tubuhnya itu tengah dalam pengaruh alkohol. "Om Cakra sadarlah! Aku Athaya, putri dari teman tante Rihana." teriak Athaya keras lalu entah dapat keberanian dari mana, ia langsung menendang s**********n om Cakra dan lari dari sana. Cakra sendiri hanya merintih dan beberapa detik kemudian malah menutup mata. Tiga jam kemudian. "Arghh.." Cakra membuka mata lalu mendesis karena rasa pusing yang langsung menyerang kepalanya. "Sial! Pusing sekali." gumam Cakra lalu bergerak bangun namun ada sesuatu yang terasa nyeri. Cakra menatap celanya lalu tak sengaja melihat noda darah di permukaan sprei. "Apa yang terjadi?" gumam Cakra lalu segera mencari penerangan untuk memastikan apakah itu noda darah atau bukan dan ternyata benar, itu darah. Tapi siapa yang terluka? "Om Cakra, lepas!" "Om Cakra sadarlah! Aku Athaya, putri dari temannya tante Rihana." "Athaya, putri dari teman kak Rihana." gumam Cakra lalu mengusap wajahnya kasar. Sepertinya tadi dia baru saja melakukan kesalahan besar. Sedang di tempat lain, ada Athaya yang masih merasa takut karena kejadian di kamar om Cakra tadi. Makanya sekarang ia masih bersembunyi di perpustakaan dan tidak keluar sampai sekarang. Tapi tenang saja, sebelum masuk ke perpustakaan tadi, ia sempat keluar dan membeli pembalut serta mengganti dalaman. Jadi semuanya aman, yang tidak aman hanya jantung Athaya. "Semoga om Cakra tidak ingat apapun." gumam Athaya berharap lalu tersenyum cerah. Pria itu kan mabuk dan kebanyakan orang mabuk tidak akan ingat apa yang dia lakukan setelah bangun. Lagipula tidak ada yang terjadi, hanya Athaya yang tidak sengaja menendang masa depan pria itu. "Iya, pasti om Cakra tidak akan ingat." ucap Athaya lalu segera berdiri. Diam di sini selama beberapa jam, benar-benar membuatnya lapar jadi lebih baik sekarang ia keluar dan mencari makanan. Tapi sekarang, harusnya makan malam sudah lewat tapi belum terlalu larut untuk makan. Athaya melangkah sambil memegang pinggangnya yang pegal karena terlalu lama duduk di pojokan. "Ugh pegal sekal--" Ceklek "Arghh!" jerit Athaya saat pintu perpustakaan tiba-tiba saja terbuka dan sosok om Cakra muncul di depan pintu. Cakra menatap gad-- wanita di depannya dari atas sampai bawah. Athaya sendiri hanya berdiri dengan gugup lalu segera menurunkan tangan dari pinggangnya. "A-ada apa, om?" tanya Athaya terbata. Cakra melangkah masuk membuat Athaya menelan ludah. "O-om mau apa?" tanya Athaya ketakutan. "Ada sesuatu yang harus kita bicarakan." ucap Cakra lalu menutup pintu. "Arghh.. Maafkan aku, om. Aku tadi tidak sengaja menen---" "Jadi benar kita sudah melakukannya?" potong Cakra membuat Athaya mengernyit. "M-melakukan apa?" tanya Athaya bingung sedang Cakra hanya menurunkan pandangannya. "Bercinta." ucap Cakra membuat tubuh Athaya menegang. Bersambung

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pilihan Hatimu

read
114.2K
bc

Orang Ketiga

read
36.7K
bc

Gairah Lama Kembali Membakar

read
3.2K
bc

Putri Haram Konglomerat untuk Tuan Muda Cacat

read
15.7K
bc

Kuliah Malam Bersama Dosen Hot

read
156.4K
bc

Babysitter Canduku

read
20.0K
bc

Ranting Yang Patah

read
40.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook