Victory

1012 Words
    Sekali lagi aku menatap ke cermin, kupastikan visualisasiku sudah baik. Aku memasukkan kembali liptint yang baru saja selesai kupakai kedalam loker meja rias. Kemudian meraih tas sekolah ku yang mulai pudar warnanya karena sudah ku pakai sejak 1 tahun yang lalu. Aku keluar kamar dan nungguin Dani di ujung anak tangga teratas. Om sama Tante sudah berangkat 15 menit yang lalu. "Maaf lama ya, agak grogi nih nanti harus pidato tadi ngafalin dikit sambil pakek baju." "Semangattt..." ucap ku. Iya hari ini adalah pelantikan pengurus OSIS dan MPK tahun ajaran baru, Dani harus serah jabatan di upacara dengan menyampaikan pidato dan sebaginya. "Makasiihh sayang." ucapnya, membuatku fly sepagi ini sudah dipanggil sayang. "Berangkat yukk..." ajaknya. Sebuah mobil Agya merah yang baru saja dibeli oleh om Angga kemarin dari dealer sudah cantik menanti di depan. Mulai hari ini kami berdua harus kemanapun dengan mobil ini. Berasa diistimewakan. Aku masuk lalu menutup pintu, push window agar angin bisa masuk. "Jangan dibuka sayang... sama juga bohong kalau di dalam mobil tapi kamu tetap nunjukin wajah kamu." kata Dani. "Oh ya ampun sampek lupa." aku buru-buru menutup kembali jendela yang baru saja turun. "Pakai safety belt nya." kata Dani, sambil merangsek mendekatiku dan menarik safety belt dari sisi kiri lalu lock dengan slow motion. "Sengaja ya di lama-lama in..." tegurku dengan flat face. "Hehehhe kok tau, biar bisa dapet momen aja." jawabnya. "Momen apa?" tanyaku. Dia menciumku, kurasakan hangat bibirnya berdampak pada panas diwajahku. Kami memang sudah sering melakukannya, tapi tetap aja ada rasa malu dalam diriku, dan salah tingkah setelahnya. "Victory." sahutnya, kemudian mulai menarik kemudi dan kami berdua meluncur kesekolah. Sampai disekolah aku bergabung dengan yang lainnya untuk pergi kelapangan sekolah. "Akhirnya Sya... kita bebasss..." kata Vika. "Iya nih... rindu bisa belajar dengan tenang." sahutku. "Ketua OSIS berikutnya cewek, berarti nanti Dani berjabat tangan dengannya di depan semua orang." kata Dinda. "Ellahhhh jangan kompor deh..." kata Lala. "Hehehehe canda doang Sya..." sahut Dinda. "It's okay lagian aku juga gak gampang panas kok." kata ku disambut tawa oleh mereka. Kami berbaris berdasarkan kelas, Upacara berjalan dengan lancar, sampai tiba pada giliran Dani untuk berpidato, Aku melihatnya tampil dan menyampaikan isi pidatonya dengan begitu tenang dan penuh kharisma. "Aduh suami kamu kelamaan pidatonya, kaki ku udah pegel berdiri, pengen cepet duduk." oceh Vika. "Sabar.... bentar lagi juga selesai." ucapku menenangkan dia. "Disini saya sebagai ketua osis sekaligus perwakilan pengurus osis masa bakti 2019/2020 kami mengucapkan banyak terima kasih kepada kepala sekolah besarta dewaan guru dan guru Pembina beserta rekan-rekan yang telah setia membantu mewujudkan program osis. Tidak terasa selama kurang lebih satu tahun kami menjabat sebagai pengurus osis masa bakti 2019/2020 kini telah usai. Dan kini tiba waktunya untuk purnabakti dan menyerahkan roda keorganisasian kepada generasi selanjutnya yaitu pengurus osis baru masa bakti 2020/2021. Apa yang kami lakukan mungkin belum seberapa dibandingkan dengan organisasai yang kami peroleh selama mengemban tugas ini. Untuk itu kami berharap kepada pengurus selanjutnya mau dan mampu mengembangkan organisasi ini sesuai dengan apa yang kita harapkan, yakni sesuai dengan Visi dan Misi organisasi ini. Sehingga nantinya sekolah SMK Putra Tama Mandiri bisa lebih berkembang bahkan maju di tangan pengurus yang baru ini. Banyak program-program yang kami miliki dan bebrapa diantaranya telah kami laksanakan dengan mengerahkan semua kemempuan yang kami miliki, walaupun masaih banyak program yang belum sempat terlaksana. Untuk itu kamai selaku pengurus osis masa bakti 2019/2020 memperkenankan untuk permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Dan berharap osis periode-periode selanjutnya bisa lebih baik dan sempurna dari osis sebelumnya. Serah terima jabatan ini sekaligus merupakan pengalihan tanggung jawab dari pengurus lama ke pengurus baru. Oleh karena itu kami mengucapkan “selamat kepada pengurus osis baru kami berharap bekerjalah secara Profesional demi kesuksesan kita bersama, dan bukan untuk ambisi pribadi Contohlah yang baik-baiknya saja dan buang jauh-jauh yang jeleknya". Terakhir, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada bapak Pembina osis atas bekal dan bimbingannya selama kami menjabat. Untuk itu kami memohon kepada bapak/ibu untuk tidak bosan-bosannya untuk memberikan kasih saying kepada pengurus osis yang baru. Seperti apa yang telah bapak/ibu berikan kepada kami selaku pengurus osis lama. Agar pengurus osis yang baru ini dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tidak lupa juga kepada rekan-rekan pengurus osis periode 2019/2020 karena tanpa kalian saya tidak dapat berbuat apa-apa, dan tanpa kalian pula bantuan dan dukungan mungkin program-program takkan terlakssana dengan baik. Terimaksaih atas kerjasamanya. Demikian dari saya yang dapat saya sampaikan mohon maaf jika ada kekurangan karena saya manusia yang tidak luput dari kesalahan. Kesempurnaan hanya milik tuhan yang maha esa. Sekali lagi selamat atas terpilihnya pengurus osis baru periode 2020-2021 SMK Bina Cendika. “Semoga Pemikiran Yang Baik Datang dari Segala Penjuru” Dani mengakhiri pidatonya, dan langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh siswa, baik kelas X-XII, dewan guru dan pengurus OSIS baru. Dan setelah upacara serah jabatan berakhir, kami semua kembali ke kelas. "Sya... ntar pulang sekolah, bantuin Reza bikin film pendek ya, buat tugas kuliah dia." kata Dani yang jalan nyusul tiba-tiba berada di sampingku. "Reza... Reza who?" aku mencoba mengingat-ingat sosok itu. "Ya ampunnnnn itu si suaminya Aurel, dia masih kuliah, dan ada tugas buat film pendek." "Oooo ya Allah lupa maaf-maaf." ucapku. "Film pendek? tema nya apa?" lanjutku. "Aku juga nggak tau, tapi kata dia durasi 15 menit dan di satu lokasi aja." jawab Dani. "Ehmmm iya deh nggak papa." kata ku. "Emang Kak Reza kuliah jurusan apa sih?" "Apa ya aku lupa namanya, kalo ga salah sih, Desain grafis, Sinematografi dan Game Character." jawab Dani. "Ohhh gitu.." jawabku seakan-akan aku tau jurusan itu. Langkahku tertahan dan justru satu langkah mundur kebelakang, Dani melingkarkan tangannya di pinggangku dan menarik mundur untuk satu detik saja sebelum aku nabrak kaca yang tengah diusung oleh dua orang pekerja. Jantungku berdegup kencang, entah karena kaget nyaris nabrak kaca atau karena lingkaran tangan Dani di pinggangku. "Hati-hati dong sayangg.. kamu nih ceroboh banget udah tau ada orang lewat." katanya kemudian. "Maaf-maaf tadi gak fokus karena masih mikir jurusannya kak Reza." Aku tersadar tangan Dani masih ada di pinggangku, dan aku melepasnya perlahan. "Aku heran, padahal kita udah sering tidur bareng, kenapa kamu masih suka grogi." bisiknya. "Daahhhh out of the topic." keluhku. "Aku duluan." pamitku padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD