Koridor Sekolah

1189 Words
Keesokan harinya Clara kembali bersekolah seperti biasanya, tetapi Clara merasa ada yang aneh saat dia bertemu Nathan. Nathan berubah dan bersikap dingin. Sorot matanya yang tajam menambah kesan aura dinginnya sikap Nathan. "Pagi kak." sapa Clara sambil tersenyum. "Pagi." balas Angga, teman Nathan. Sementara Nathan hanya menatap Clara dengan tatapan dingin dan tak membalas sapaan Clara. "Kenapa ya kok kak Nathan gak jawab sapaan gue?" batin Clara . "Ah mungkin hanya perasaan gue aja, bisa saja kak Nathan tidak mendengar saat gue menyapa tadi." batin Clara. "Sorry Clar, gue belum siap buat berhadapan sama lo. Gue masih takut kalau tanpa gue sadari dan sengaja gue akan buat lo sakit hati lagi." batin Nathan Sepertinya Angga mulai curiga dengan sikap dingin Nathan. Walaupun Angga tahu jika Nathan memang selalu mempunyai sikap dingin, tetapi jika ada adik kelas atau siapapun yang menyapa dia akan membalasnya sesingkat apapun. "Lo kenapa si Nath?" tanya Angga sambil berjalan disisi kanan Nathan. "Kenapa apanya?" tanya Nathan balik. "Astaga, lo pikir gue gak tahu apa? itu lo kenapa kok cuek banget waktu si Clara menyapa kita tadi?" tanya Angga dengan wajah penasaran. "Gue gak cuek." balas Nathan dengan pandangan mata lurus kedepan. "Heh lo b**o atau gimana? itu namanya cuek Nath, lo kenapa lagi sih sama dia? katanya lo mau buat dia kembali lagi sama lo. Tapi kenapa lo bersikap kayak gini?" tanya Angga. "Gak tahu, gue bingung. Disatu sisi gue pengen banget buat Clara balik ke gue. Tapi disisi lainnya, gue takut menyakiti dia lagi tanpa gue sadar." balas Nathan. "Lo harusnya gak pesimis dulu Nath, lo harus coba. Lo mau Clara gak balik lagi sama lo?" tanya Angga. "Iya juga sih, nanti lah gue pikir-pikir lagi." balas Nathan. "Nah gitu dong baru sahabat gue." ucap Angga sambil merangkul bahu Nathan. Setelah itu Angga dan Nathan berjalan menuju tempat tujuan awal mereka yaitu kantin sekolah. Sesampainya Nathan dan Angga di kantin sekolah, mereka segera memesan makanan yang mereka inginkan. Setelah dirasa sudah cukup kenyang, mereka akhirnya kembali ke kelas. Skip... Setelah beberapa hari semua itu berlalu dan Clara pun gelisah dia mencoba untuk menghubungi Nathan melalui akun instagramnya hanya sekedar untuk meminta maaf, walau Clara sama sekali tidak mengetahui letak kesalahannya dimana. Tidak sesuai ekspektasi Clara, pesan darinya hanya dibaca oleh Nathan dan tidak ada balasan sedikitpun dari Nathan. Nathan_christian Kak, ini gue Clara adkel SMP lo. Sorry kalau gue ada salah. Read. "Salah apa gue?" batin Clara Dilain tempat saat Nathan sedang bersantai di balkon kamarnya. Dia membuka handphone nya, dan mendapatkan notifikasi i********: dari seseorang. Nathan menautkan kedua alisnya, tanda jika dia sedang heran. Clara__ Kak, ini gue Clara adkel smp lo. Sorry kalau gue ada salah. "Lo ga salah Clar, cuma gue aja yang belum siap buat ketemu lo lagi, apalagi setelah semua yang gue lakuin. Gue takut menyakiti lo lagi Clar." batin Nathan Perlahan Nathan memejamkan matanya, menikmati semilir angin malam yang mampu membuatnya tenang. Skipp.. Selang beberapa bulan berlalu, sekarang tiba waktunya untuk merayakan ulang tahun SMA Pelita. Para murid diminta untuk menyelenggarakan seperti expo, masing-masing kelas di pilih untuk berjualan berbagai macam makanan bebas selama 3 hari. Dan disaat acara itu berlangsung Clara dan tim musiknya ditunjuk untuk tampil pembukaan oleh guru dan disaat Clara tampil ia tak sengaja melihat sosok seseorang yang sangat familiar untuknya sosok itu tersenyum manis menenangkan hati, ternyata sosok itu adalah Nathan. "Eh itu kak Nathan bukan sih?" batin Clara sambil menatap kearah Nathan. Setelah acara penampilan musik Clara selesai Clara turun panggung untuk mengganti bajunya dengan seragam, lalu sesampainya Clara dilapak jualan kelasnya salah satu teman Clara yang bernama Tania bertanya, "Eh Clar, tadi gue liat ada kak Nathan lho liat lo tampil di panggung. Dia senyum-senyum gak jelas gitu sambil lihatin lo." ucap Tania. "Iya sih, gue juga tadi ngerasa ada kak Nathan lihat gue sambil senyum gitu, tapi gue gak tahu pastinya itu bener atau enggak." balas Clara. Sedangkan Tania hanya ber-oh ria. "Ya udah yuk, kita bantuin temen-temen jualan." ajak Clara kepada Tania. "Ayo." balas Tania. Keesokan harinya expo tetap berlanjut, semakin meriah juga pastinya. Saat itu Sari sahabat Clara tidak masuk karena sakit, alhasil Clara dengan Tania lah. "Eh Tan, gue laper nih, beli kebab yuk di stan sebelah." ajak Clara kepada Tania. "Iya deh ayo, gue juga laper nih." balas Tania. "Kak, kebab dua ya, variannya sama." ucap Clara kepada penjual kebab itu. "Iya, tunggu bentar ya." balas penjual kebab. Setelah menunggu hampir 15 menit, akhirnya kebab pesanan Clara dan Tania pun jadi. "Ini dek, sudah jadi kebab pesanannya." ucap mbak mbak itu. "Oh, ini uangnya kak." sambil memberikan uang dan tanpa sengaja Clara menjatuhkan ponselnya dan tepat di kubangan. "Eh buset jatuh." ucap Tania spontan. Clara mengambil ponselnya yang jatuh itu lalu membersihkannya dengan tangan. "Untung aja ini handphone gak mati, kalo sampai mati mampus udah gue kena omelan abang Ilham." ucap Clara sambil tertawa. "Hehe iya ya, ya udh yuk ke koridor aja makannya lebih enak terus juga gak terlalu berisik." ajak Tania. "Oke deh yuk." ajak Clara. Akhirnya mereka pun berjalan ke arah koridor, yang kebetulan tidak jauh dari mereka berada. Clara berjalan lebih dulu dari Tania dan reflek Clara menghentikan langkahnya dan Tania pun yang berada dibelakang Clara tertabrak punggung Clara, lalu spontan Tania bertanya. "Kenapa sih?" tanya Tania . "Itu..itu..anu..." balas Clara tak jelas dengan nada gugupnya. "Apaan sih Clar?" tanya Tania sambil melangkah kedepan Clara dan melihat apa yang sebenarnya. Dan ternyata ada beberapa remaja laki laki yang sedang bermain game online diponselnya, siapa lagi jika bukan Nathan dan temannya. "Udah gak papa, santai aja kali ada gue mah aman Clar." ucap Tania. "Tapi gue gak siap ketemu dia Tan." balas Clara ragu. "Udah ayo." ajak Tania sambil menarik tangan Clara dan berjalan melewati Nathan. Lalu mereka duduk dilantai agak berjauhan dengan Nathan. Tapi disaat Clara sedang memakan kebab sambil bersendau gurau, tiba-tiba saja Nathan memasukkan ponselnya lalu mengambil skateboard yang berada diujung pojok tembok, lalu dia menaiki skateboard itu dan dia hampir saja terjatuh. Tanpa sengaja Clara memperhatikan gerak gerik Nathan dan dengan spontan dia tertawa, Nathan pun hanya tersenyum tipis. "Terimakasih Tuhan kau telah membuat Clara tersenyum kembali karena ku, ijinkan aku untuk membuatnya tersenyum dan kembali kepadaku seperti dulu lagi" batin Nathan. Teman Nathan yang diketahui bernama Ilham pun sontak terkejut akan kelakuan Nathan. Entah ada angin apa Nathan tiba-tiba saja melakukan hal-hal tidak jelas seperti bermain skate board tadi. Dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Ilham pun memutuskan untuk bertanya kepada Nathan. "Lo kenapa sih Nath?" tanya Ilham. "Maksud lo?" tanya Nathan dengan menaikkan satu alisnya. "Gue lihat tadi lo ngelakuin hal paling gak jelas dan gak berfaedah tau, gak biasanya lo gini deh." ucap Ilham sambil menatap intens Nathan. "Oh." balas Nathan singkat, dia mulai menetralkan ekspresi bahagianya ketika melihat Clara tersenyum tadi dengan sikap dinginnya. "Dasar raja kutub, baru sebentar aja lo hangat eh udah dingin lagi." gerutu Ilham tetapi sama sekali tidak digubris dengan Nathan. Terimakasih sudah mau menunjukkan senyumanmu kembali, senyuman yang sudah lama sangat ku rindukan itu. - Nathan - Terimakasih sudah membuatku tertawa sejenak, maaf jika kita tidak bisa sedekat dahulu. Semoga kamu bahagia ya. - Clara -
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD