LC 24

698 Words

Hari yang ditunggu Reya tiba, langit pagi ini biru terang, seakan ikut merayakan keberhasilan para sarjana baru. Gedung kampus dipenuhi toga dan bunga-bunga plastik yang dijual di gerbang. Tawa riuh para keluarga mengiringi langkah-langkah mahasiswa yang siap naik ke panggung, memegang map biru berisi sertifikat perjuangan. Di antara mereka, Reya berdiri sendirian. Toga hitam menutupi gaun sederhana yang ia beli dari hasil menabung lemburan kantor. Senyumnya kaku, matanya sesekali menyapu sekeliling mencari sosok yang ia tahu tak akan datang, Tak ada Ayah. Tak ada ibu. Tak ada kerabat. Dan tentu saja, tak ada Barat. Dia menarik napas panjang, mencoba menguatkan dirinya. "Ini hari yang gue tunggu, semangat Reya. Walaupun sendiri, lo tetap berhasil." Ia menunduk pelan, menatap sepatunya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD