Dahlia merasa bosan hanya berbaring seharian terus di kamar. Sudah beberapa hari Ajeng tak memintanya untuk bertukar tempat. Hantu tiruan itu jadi merasa bingung dengan perubahan istri Candra. Ia pun berjalan perlahan-lahan sebab ingin mencari tahu apa yang terjadi. Kuntilanak berhati bengis itu menguping apa yang sedang berlangsung di dalam kamar sepasang suami istri tersebut. Sedikit demi sedikit, Dahlia mendengar suara tawa kecil dari dalam sana, pertanda Ajeng sedang dekat dengan Candra. Tersenyum Dahlia, sudah dua bulan lebih ia ada di sana. Sejak ia melayani Candra, rentenir itu bersikap lunak pada Ajeng. Mau tak mau dan tak bisa dipungkiri pula cinta akhirnya tumbuh juga di hati wanita yang telah ditinggal mati ayahnya tersebut. Mata Dahlia mampu melihat dari celah lubang kunci. A

