“Mas, ngapain di sana?” Ajeng berdiri di belakang Candra. Ia bangun sebab rasa lelahnya sudah sedikit sirna. Dahlia yang mendengar suara tuannya telah sadar langsung hilang seringainya. Ia belum bisa bertindak apa-apa sebab masih menjadi milik Ajeng sepenuhnya. “Mau masuk kamar ini, kayaknya tadi ada orang.” Pintu itu macet lagi, padahal kuncinya tadi sudah terbuka. Ajeng yang mengetahui isi di dalam kamar itu waswas bukan main. Ia langsung menggamit tangan suaminya, mengajak kembali tidur agar tak mencari tahu lebih jauh lagi. Ikut saja Candra ke mana istrinya pergi. Lagi pula ia tak terlalu penasaran lagi. Lebih memilih tidur di sebelah Ajeng sembari memeluk erat wanita itu, tidak melakukan apa-apa sebab ia pun lelah juga. Ketika dengkur halus rentenir tersebut sudah mulai terdengar.

