Delapan belas

1576 Words
Happy Reading. * Langkah kaki Ji Young terlihat ringan dan menggandeng lengannya kakaknya. Disetiap orang yang membungkuk pada mereka selalu dibalas senyum manis oleh keduanya. Ini adalah ajaran Aliya dan mereka menurutinya dengan patuh. Mereka akan selalu menuruti keinginan sang ibu. "Orabonie" Ji Young memanggil Ji Won dengan pelan. "Wae Younggie?" Tanya Ji Won tidak kalah pelan. "Apa salah jika Ji Young Ingin adik?" Ji Mengerutkan keningnya bingung mendengar pertanyaan sang adik. Ji Young ingin adik? Yakin? "Adik?" Ji Young menghentikan langkahnya dan menatap Ji Won. Mengangguk semangat dan membuat Ji Won Jadi bingung untuk menjawab apa. Ji Won juga tidak tau jawabannya. "Hem sebenarnya tidak salah, hanya saja apa kau yakin?" Ji Young Mengangguk antusias dan membuat Ji Won berkata jujur pada sang adik. "Kau saja masih cengeng dan suka menangis. Mau punya adik? Yakin bisa menjaganya? Jangan-jangan nanti adik kita lahir kau malah mengajaknya bertengkar? Kau kan masih suka cemburu. Dengan ayah yang bermanja-manja pada ibu saja kau tidak rela apalagi dengan adik kita nanti" Ji Young Mendengus mendengar ucapan kakaknya. Memang benar sih tapi juga tidak perlu sejujur itu. Masa mengatai Ji Young akan bertengkar dengan adik mereka nanti? Ji Young tidak akan melakukan itu lah. "Tidak Orabonie. Younggie janji tidak akan cengeng lagi, dan Younggie juga tidak akan iri dengan adik. Younggie janji kok. Dan jangan bawa-bawa ayah. Younggie jelas sewot saat ayah bermanja-manja dengan ibu. Ayah itu sudah tua dan tidak pantas bermanja-manja dengan ibu lagi. Masa ayah mau bermanja-manja dengan ibu terus? Tidak boleh lah" Ji Won menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mendengar jawaban Ji Young, Ji Won Jadi bingung sendiri. Entah apalah yang dikatakan adiknya. Ji Won tidak mau ambil pusing. Ji Young Masih suka ngawur dengan pembicaraannya dan Ji Won tidak mau terlalu menanggapi itu. Lebih memilih menarik tangan Ji Young dan membawanya ketempat tujuan mereka. Ji Won tidak mau pembicaraan mengenai adik ini terus dibicarakan. Bisa pusing sendiri jika Ji Young terus bertanya padanya. Park Ji Young Kau sungguh membingungkan. * "Sangat tampan?" Aliya mendecih dan tertawa mendengar ucapan Jimin yang begitu percaya diri. Mengamati Bayangan dirinya dalam cermin dan menilai dirinya sendiri. "Tidak setuju Hem?" Aliya tersenyum dan menggeleng. Ia juga tidak peduli. Mau setampan apapun Jimin toh sudah punya sandang dua anak. "Apa masih ada Yeoja yang mau denganku?" Dan kali ini Aliya jengkel Mendengar pertanyaan Jimin. Bertanya seperti itu padanya? Jimin sepertinya tidak waras. "Memang Yang Mulia mau apa? Punya istri muda lagi?" Dan kali ini Jimin tertawa keras Mendengar reaksi sinis Aliya. Oh tentu saja Jimin main-main dan itu ditanggapi serius oleh Aliya. Memang menyenangkan menggoda Aliya dengan kata-kata seperti ini. Jimin menggeleng dan mendekati Aliya. Bergerak cepat meraih pinggang Aliya dan Jimin mengulum senyum saat melihat wajah kesal Aliya. Oh sepertinya Aliya benar-benar kesal. Jimin mengusap pinggang Aliya dengan seduktif dan tersenyum lembut. Menggunakan satu tangannya untuk mengusap pipi Aliya. "Aku akan benar-benar mati jika kau pergi lagi jadi jangan fikirkan untuk melakukan itu. Aku tidak akan menikah lagi dan kau tidak perlu khawatir" Aliya menatap Jimin masih dengan aura kesal. "Lalu kenapa Yang Mulia bertanya tentang itu pada saya?" Jimin tersenyum dan mencium lembut bibir Aliya, hanya beberapa detik saja. "Hanya ingin tau reaksimu. Akan marah atau mengikuti kegilaan ku" Aliya semakin kesal mendengar ucapan Jimin. Berakhir dirinya yang mencubit pinggang Jimin. "Sakit, hei sakit" Jimin mencoba menjauhkan tangan Aliya yang mencubit pinggangnya. "Rasakan" "Yang Mulia Pangeran Ji Won dan Putri Ji Young Ingin bertemu" Mendengar suara dari luar Aliya segera melepaskan pelukan Jimin. "Suruh mereka masuk" kata Jimin keras setelah berhasil mencuri satu ciuman dari Aliya. Jelas Aliya kesal dengan apa yang Jimin lakukan. "Ibu~~~" suara kecil Ji Young sudah terdengar dan Aliya harus menahan kekesalannya. "Ya sayang" balas Aliya dan melirik sinis kearah Jimin. "Ibu sibuk?" Oh kebiasaan buruk Jimin benar-benar diturunkan dari Jimin. Bagaimana bisa Ji Young berjalan sambil bertanya pada orang yang lebih tua. Itu tidak sopan sayang. "Younggie lupa dengan sopan santun yang ibu ajarkan" dan Ji Young Langsung menutup rapat mulutnya. Berjalan cepat menuju Aliya, ia ingin segera bertanya pada sang ibu. "Maaf" kata Ji Young menyesal dan menatap lembut mata sang ibu. Ji Young tau kelemahan ibunya. Mata yang diturunkan darinya dan lengkung mata saat tersenyum yang diturunkan Jimin adalah kelemahan ibunya. Ji Young jelas punya senjata andalan. "Katakan" "Apa salah jika Ji Young Ingin punya adik?" Hei pertanyaan Ji Young Sangat menarik untuk Jimin. Bergerak cepat meraih Ji Young dalam gendongannya dan membawanya duduk. Mengamati iris indah sang anak dan mencoba mencari alasan dari pertanyaan Ji Young. "Adik?" Pertanyaan Jimin dijawab antusias oleh Ji Young. Menceritakan tentang keinginannya untuk memiliki adik dengan bersemangat dan berkata jujur pada Jimin. Ji Young tentu harus mendapat persetujuan dari Jimin. Jimin terus saja tersenyum mendengar alasan Ji Young Ingin punya adik. 'Younggie bosan main sendiri. Ibu sibuk dengan banyak hal. Orabonie sibuk belajar. Younggie bosan bermain dengan Pelayan dan Younggie mau punya adik untuk diajak bermain. Pokoknya Younggie mau adik' alasan sederhana dari Ji Young dan Jimin pasti akan menyetujuinya dan Aliya? Tentu saja akan menurut dengan Jimin. Kan Jimin yang menanam kan. Reaksi antusias Jimin jelas mendapatkan reaksi kesal dari Aliya. Aliya tau kemana arah keinginan Jimin. Jawabannya satu, bermain diatas ranjang tanpa henti untuk menuruti keinginan Ji Young. Isi kepala Jimin sudah bisa ditebak dan Aliya tidak akan terkejut. Hanya saja penyampaian yang berbeda dengan Ji Young itu hanya alasan. "Ibu keberatan?" Aliya mengalihkan pandangannya pada Ji Won yang ada disampingnya. Aliya yakin jika Ji Won juga ingin adik, Ji Won selalu setuju dengan permintaan Ji Young. Ji Won adalah tipikal Kakak yang selalu memanjakan adiknya dan Aliya sangat tahu jika Ji Won tidak akan menolak keinginan Ji Young. "Ingin benar-benar punya adik Hem?" Mengangguk pelan dan Aliya tersenyum. Putranya tidak pernah banyak permintaan dan bagaimana bisa Aliya menolak itu. Aliya tidak akan pernah bisa menolak keinginan sang anak. Baik Ji Won maupun Ji Young. "Lihat saja nanti" Jawab Aliya dan membuat semuanya tersenyum senang. Ekspresi wajah ketiganya bisa ditebak Mendengar jawaban Aliya. Jelas sangat senang, dan Ji Young tidak menahan dirinya untuk memeluk Aliya. "Ibu yang terbaik" Aliya tertawa mendengar pujian Ji Young. Pasti akan ada pujian jika keinginannya dituruti. Ini benar-benar Jimin kecil yang nakal. Huh bagaimana bisa kedua anaknya mirip dengan Jimin. Sifat mereka benar-benar mendominasi dari Jimin. "Gumawo ibu" dan kali ini Ji Won yang bersuara. Mengucapkan terima kasih dan Aliya Mengangguk pelan. Merentangkan tangannya dan Ji Won segera masuk kedalam pelukan Aliya. "Boleh ayah bergabung?" Dan Ji Young Langsung menatap horor kearah Jimin. Jelas Ji Young tidak setuju. "Ya Tuhan sayang kau sepertinya benar-benar memusuhi Ayah" kata Jimin tidak percaya dan Aliya hanya tertawa. Ji Young memang masih tidak bisa berbagi kasih sayang dengan Jimin. "Jangan seperti itu Younggie. Ayah boleh kok bergabung" kata Ji Won menengahi dan Jimin langsung tersenyum senang dan memeluk ketiganya. "Younggie akan berhenti memusuhi Ayah Sampai Ayah memberikan Adik pada Younggie" Jimin jelas Mengangguk semangat. Tentu Jimin akan menuruti keinginan Ji Young Tanpa diminta. Itu adalah kesenangan Jimin. "Janji" Ji Young Tersenyum manis dan mengangguk. "Kalian membuat ibu Pusing" keluh Aliya dan membuat ketiganya tertawa. Satu yang tidak bisa mereka hilangkan dari sikap samanya. Membuat Aliya pusing dengan tingkah laku ketiganya. Jimin dan Ji Young yang mau selalu dituruti dan dinomor satukan. Ji Won yang tidak terlalu banyak permintaan tapi akan memaksa jika benar-benar ingin sesuatu. "Sayang Ibu" * "Orabonie akan benar-benar pergi?" Kata Aliya saat Taehyung akan pergi dari istana. "Ya. Aku harus mencari pendamping" kata Taehyung dan membuat Aliya tersenyum tipis. Pendamping? Aliya sebenarnya punya satu calon untuk Taehyung tapi entah Taehyung setuju atau tidak? "Sebenarnya aku ada seseorang yang ingin ku kenalkan dengan Orabonie. Tapi sepertinya Orabonie tidak suka" kata Aliya dan membuat Taehyung menghela nafas pasrah. Aliya pasti punya maksud dengan mengatakan kata-kata itu. "Siapa?" Tanya Taehyung sedikit memberi respon dan membuat Aliya tersenyum. Mengatakan untuk menunggu sebentar dan berlalu dari hadapan Taehyung. Kepergian Aliya membuat Taehyung yakin jika Aliya merencanakan sesuatu untuknya. Aliya sangat mudah ditebak dan Taehyung sangat mengetahui sifat Aliya. Benar-benar kejutan. "Kuharap kau tidak membawa pelayan padaku" gumam Taehyung. * Luar biasa, mata Taehyung tidak berhenti memandang takjub seseorang yang dibawa Aliya. Cantik, tinggi semampai, wajah bersih, mata bulat dan bibir yang sempurna. Melihat wanita itu Taehyung bahkan sampai lupa bernafas. "Orabonie suka?" Mendengar pertanyaan Aliya, Taehyung jadi gugup dan membuang muka. Jelas sekali jika Taehyung malu. Sementara Aliya terkikik geli dan wanita yang ada disamping Aliya mengulum senyum manis. "Kurasa aku akan segera menyiapakan pernikahan kalian" cetus Aliya senang dan membuat keduanya salah tingkah. "Aku akan memberikan waktu untuk kalian berdua. Permisi" dan setelah Aliya pergi keduanya jadi salah tingkah. "Uhm Kau Kim Taehyung Kan?" Taehyung menatap wanita disampingnya dengan Binar semangat. "Nde? Kau siapa?" Wanita disamping Taehyung tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Lisa. Lalisa" kata wanita itu pelan dan membuat Taehyung langsung menjabat tangannya. Lembut. Itulah yang Taehyung rasakan. "Paman~~" Taehyung melepaskan tangannya dengan terburu-buru saat mendengar teriakkan Ji Young. "Oh jadi ini Bibi ini yang akan jadi Bibi Younggie? Wah Anyeong Bibi" Lisa tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa melihat cara perkenalkan Ji Young yang imut. Membungkuk dan tersenyum lucu. "Jadi ini yang namanya Putri Park Ji Young?" Mendengar pertanyaan Lisa, Ji Young Mengangguk antusias. "Wah Bibi sudah mengenal Younggie. Jadi Bibi akan segera menikah dengan Paman Tae? Ah jinja? Jadi nanti Younggie akan punya adik dua. Yey, dari ibu satu dan Bibi satu" pekikan keras Ji Young membuat Taehyung dan Lisa malu. Oh yang benar saja Park Ji Young? Apa yang kau katakan? Tbc.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD