Tatapan sebal Nigi pada keluarganya berpindah pada Saba yang tetap setia menunggu melihat interaksi itu berakhir, pemuda itu tetap diam dengan sikap sempurna. “Ck, ngapain sih lo di sini? Stalker-in gue? Kok tau rumah gue?” “Cuma mau pastiin lo pulang dengan selamat.” “Sakit jiwa...” gumam Nigi tidak percaya. “NIGI!” Pembicaraan kedua orang itu tersela oleh suara seorang gadis yang langsung berhambur dan menarik Nigi agar berhadapan dengannya. Nigi mengernyit, menatap sahabatnya itu bingung. Aura? Sedang apa dia di sini? “Ngapain lo ke sini? Rumah lo kan 3 komplek dari rumah gue.” “Gue khawatir sama lo, makanya sebelum pulang mampir dulu. Lagian lo ngapain sih tadi kabur gitu aja? Bikin panik aja tahu nggak!” Sebelah alis Nigi terangkat. “Hari ini kan ada jam pelajaran tambahan, lo

