42. Empat Puluh Dua

1088 Words

Tiga pasang mata yang berada di sana mengarah pada satu titik di mana suara itu berasal. Nigi, bersama Saba di sampingnya memandang Papi, Mami, dan Noel dengan tatapan bertanya, merasakan atmosfir dalam ruangan itu yang terasa begitu serius. “Kamu udah pulang, Sayang?” Mami yang lebih dulu bersuara, menyambut dengan senyumnya. “Em, Nigi udah salam dari tadi tapi nggak ada yang jawab. Lagi ngomongin apa sih serius banget? Bayi prematur apa? Pasien Papi?” tanya Nigi menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka, lalu duduk di samping Mami. “Oh, itu... Iya pasien Papi. Aduh itu Saba-nya kok ditinggal berdiri sih? Sini-sini duduk, Saba.” Mami mengalihkan pembicaraan. “Saya langsung pulang saja, Om, Tante. Sudah malam lagi pula.” “Jangan, kamu menginap aja di sini. Om m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD