Beberapa puluh menit setelah operasi berlangsung, saat tubuh mungil yang masih biru bercampur merah darah itu dikeluarkan dari rahim ibunya tanpa tangisan. Pendarahan sang ibu yang semakin parah membuat suasana ruang operasi mencekam. Ardi yang mendampingi profesornya dan melihat semua proses persalinan itu dengan d**a berdebar makin cemas karena tanda-tanda vital yang menunjukan kondisi wanita itu makin menurun. Sementara profesor masih sibuk mencari titik pendarahan untuk segera menghentikan pendarahan itu agar sang Ibu tidak kehilangan darahnya lebih banyak lagi, tapi meski sudah berusaha semampu mereka tanda-tanda vital itu tidak juga kembali. Mejadikan Ardi satu-satunya orang yang tidak bisa beranjak saat profesor pembimbingnya mengumumkan jam kematian pasien mereka. Ardi membeku, be

