Princess Aura Calling.... Layar ponsel Nigi berkedip menampilkan tulisan itu sekeluarnya dia dari mobil Saba. Tanpa menunggu dia segera geser icon hijau yang ada pada ponselnya, menempelkan ponsel itu ke telinga. “Ya, Ra?” “LO JADI PINDAH, GI?!” teriak Aura membuat Nigi harus menjauhkan ponsel itu beberapa detik sampai seseorang di seberang sana bisa mengontrol nada suaranya. “Bisa biasa aja nggak, Ra?” “Ups, sorry. Nggak bisa selow abis lo nggak bilang ini ke gue kemaren.” Nigi menghela napas mendengar nada bicara Aura yang terkesan sedih. “Iya jadi. Kemaren kan gue mau ngomong, lo aja yang sibuk sama curhatan lo, jadi yah...” “Kok gitu sih, Gi? Katanya masih mau coba ngelobi? Terus gue gimana? Yang nemenin gue siapa? Yang jagain gue dari cowok-cowok yang ngejar gue siapa kalau lo

