52. Lima Puluh Dua

1134 Words

Ketika terbangun keesokan paginya, hal yang pertama Nigi rasakan adalah, sesuatu seperti berputar di kepalanya, setiap objek yang coba dia lihat kabur dari fokus. Ruangan di sekelilingnya terasa gelap dan pengap. Keringat dingin keluar dari setiap pori dalam tubuhnya hingga piyama yang dia kenakan basah dan menyisakan efek dingin sekaligus hangat, napasnya terengah saat berusaha beranjak dari tempat tidur. Hingga tanpa bisa Nigi kontrol saat kedua kakinya berpijak di lantai, tubuhnya justru luruh di samping tempat tidurnya. “Gi, lo mau tidur sampe kapan sih? Nggak mau sekolah apa?” suara Noel bersamaan dengan pintu kamar Nigi yang terbuka tidak mampu membuat gadis itu menegakkan kepalanya yang sudah tergeletak lemah di sisi tempat tidur. Napasnya terasa berat setiap kali dia berusaha berg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD