Melody 1
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam... melody. masuk nak".ibu asih pemilik panti menyambut melody dengan ramah. " tidak jualan ya"
" libur bu.sengaja ke sini. rindu sama ibu dan adik adik. "melody menyerahkan dus bekas indomie pada bu asih.
" apa ini nak"
" hanya biskuit buat adik adik. ini ada sedikit uang buat tambahan ibu belanja. " melody menyerah kan amplop putih..
"alhamdulillah nak. " ibu panti menerima dengan berkaca kaca. gimana tidak, dari semua anak panti yang dewasa, hanya melody yang keluar sejak dua tahun lalu. lulus SMP dan mandiri. membawa uang tiga ratus ribu. sekarang datang menyerah kan uang dua juta. hasil ia berdagang.
" cerita pada ibu, gimana kehidupan kamu sekarang nak"
"alhamdulillah bu. aku udah dapat ijasah paket C. setara SMA. dan aku udah selesai kursus juga, bahasa Inggris dan komputer. alhamdulillah jualan ku ramai . rencana nya aku mau kumpul uang buat dagang keripik bu. bikin home industri sendiri. "
"ibu do'akan semoga kau sukses nak. dan jangan pernah lupa sholat"
"iya bu. aamiin. terimakasih doa ibu. berkat ibulah aku bisa berjuang. InsyaAllah aku tak lupa bu"
setelah puas berbincang mereka memasak. melody membantu mengurus beberapa adik yang masih balita.
sore hari tiga anak panti yang masih SMA pulang. mereka habis bantu kerja di warung nasi.
" Melody hebat ya jadi pengusaha" kata Ayu. ia setahun lebih tua dari melody. sekarang ia kelas 12.
" alhamdulillah kak. berkat doa kalian semua. "Melody tersenyum. ia sangat sayang pada saudara saudara nya di panti itu.
" kamu butuh orang nggak de" tanya Sofyan.
" emang kenapa kak"
"warung mang Diman kena gusur. kakak udah nggak bisa kerja lagi. "
"bantu aku jual pulsa mau nggak kak"
" mau lah de. daripada nganggur"
" tapi aku ngk bisa bayar mahal kak. maklum masih pemula" kata Melody. " tapi nyambi jual es juga kak. depan warung cilok aku"
" nggak apa de"
" ya udah. nanti kakak ikut aku. biar besok bisa langsung kerja. aku udah ada teman satu. ibu ibu. janda. kasihan beliau
bantu aku repot banget"
" ya udah de. kakak ikut"
setelah berpamitan. Melody pun pulang. diikuti Sofyan. azan ashar mereka singgah ke masjid.
" masih jauh tempat mu de"tanya Sofyan. udh mau satu jam mereka berjalan.
"hehehe... di dekat sekolah mondial internasional kak. " jawab Melody.
" loh kan bisa lewat jalan Patimura tadi de. kok lewat sih. makin jauh. "
"aku mau mampir ke situ kak" tunjuk Melody pada bangunan yang masih di pagar seng.
" mau apa. kakak nggak di Terima kerja situ de. karna masih sekolah...
" hehehe... bukan buat kakak. aku mau ijin jualan di situ. jual kopi sama nasi bungkus. nanti bu indah yang jaga"kata Melody.
"oh" Sofyan mangut mangut.
Melody masuk. ia bicara sebentar dengan satpam. lalu satpam menunjuk arah dalam proyek.
" alhamdulillah. " Melody mengusap wajahnya. dengan dua tangan. senyum manis terpancar di bibir mungil gadis itu.
" gimana de"tanya Sofyan.
" bisa bang. tapi tak di dalam. sudah ada yang jual. nanti kita bawa meja saja. sama modal termos. tenang aja. yuk pulang " ajak Melody.
tak sampai 15 menit mereka sampai di kost milik Melody. melody mengajak Sofyan mampir ke tempat ibu kost dan mengenalkan nya sebagai kakaknya. sesama anak panti.
"tapi kakak saya cuma bantu jualan aja bu. nggak nginap. kecuali ada aral hujan atau sakit. mungkin dia nginap. tapi aku tetap minta ijin ibu nantinya"
" iya nak Melody. ibu senang nak Melody laporan ke ibu. biar nggak jadi fitnah. " bu Romlah pemilik kost mengangguk. apa lagi Melody membawa buah tangan. ya walau hanya gula, teh dan biskuit. tapi nyata remaja itu menghargai orang tua.
setelah pamit mereka langsung ke kost.
" assalamualaikum "
"waalaikumsalam.kak Melody" seorang anak lelaki 10tahun membuka pintu. ia mencium tangan melody.
" Arya dah pulang "
" udah kak"
" ini kenalkan. kak Sofyan. kakak nya kak Melody di panti. kak Sofyan nanti bantu kita jualan juga. sambil sekolah "
"oh.iya kak" Arya mengangguk. iya menyalami Sofyan. mencium tangannya.
" nak Melody sudah pulang "seorang ibu muncul.
" udah bu. bu ini kakakku. kak sofyan. kak ini bu Indah. udah ku anggap ibu sendiri. beliau dan Arya tinggal di sini sama aku"
" saya bu Indah nak"
mereka masuk ke dalam.
"bu tadi aku sudah mampir ke proyek. besok kita bisa jual kopi dan nasi bungkus.nanti kita belanja. biar ku catat dulu"
"iya nanti ibu bantu"
melody mulai mencatat apa saja untuk jualan besok. beras 10kg.kertas bungkus satu pax isi seratus. lalu sendok plastik satu pax, dan plastik bungkus. gelas cup buat kopi. ukuran kecil. rencana ia mau jual kopi mix saja praktis. bisa di jual lima ribu per gelas. InsyaAllah nggak kemahalan. ayam, cabe kering, segala bumbu.
" jadi jualan neng" seorang lelaki 40tahun menyapa Melody.
" iya Pak. jual nasi bungkus sama kopi"jawab Melody. ia menurunkan meja kecil dari belakang sepeda mininya. termos besar berisi air panas. Melody menata jualannya di atas meja tak lupa tulisan kopi 5000 dan nasi bungkus 7000.
menjelang pukul 07.00 para pekerja mulai datang. beberapa orang mampir membeli jualan Melody.
" nasi neng"
" mangga pak" sahut Melody ramah.
" lima neng. kopi na lima"
" baik Pak" dengan cekatan Melody menyusun cup. menggunting kopi mix. dan menuang air panas. " 50rb semua Pak"
" ih murah pisan ya. "
" neng mau lah akang kopi aja. "
" kalo kopi aja 5rb kang. tapi kalo sama nasi bungkus 10rb"kata Melody.
"aih pintar pula si eneng"
"hehehe.saling menguntungkan kang. biar tambah berkah. "
"aamiin.kayaknya masih muda nih eneng. udah nggak sekolah ya neng"
"nggak kang. jualan aja. dapat duit"
mereka tertawa. tak sampai satu jam jualan Melody tersisa tiga bungkua.
" alhamdulillah ya Allah. " Melody mengambil sebungkus nasi. dan satu cup kopi" Pak... nih buat bapak"pada penjaga gerbang proyek.
" apa ini neng"
" buat bapak. saya udah selesai pak "
" oh alhamdulillah. terimakasih neng. semoga rezeki neng tambah banyak"
" aamiin ya Allah. terimakasih pak"
menuntun sepeda mininya Melody pulang. ia menitipkan meja nya pada bapak penjara gerbang.
saat melewati depan masjid Melody mampir mau sholat dhuha. saat keluar masjid ia melihat seorang kakek duduk kelelahan di teras.
" assalamualaikum kek"
"waalaikumsalam" kakek itu tersenyum ramah. " ada apa nak"
" apa kakek sudah makan. kakek baik baik saja kah"
" iya nak. kakek baik baik saja. hanya capek habis jalan. maklum udh tua" si kakek terkekeh.
" kayaknya kakek lapar. bentar ya kek"Melody mendekati sepeda mininya. mengambil satu bungkus nasi bungkus. lalu menghampiri kakek itu lagi. " nih kek. buat kakek. makanlah"
" apa nih "si kakek menatap bungkusan itu.
" nasi bungkus kek. makanlah. " Melody balik lagi membawa satu kopi panas. " kakek bisa minum kopi kan"
kakek itu menatap Melody lalu membuka nasi bungkusnya. harum lauk ayam di bumbu sambal. segera si kakek makan dengan lahap. sederhana tapi nikmat.
"itu jualan saya kek.saya permisi dulu"
"siapa namamu nak"
" Melody kek. saya pulang dulu kek. assalamualaikum "
"waalaikumsalam.hati hati ya nak"
mengayuh sepeda dengan riang. melody sampai di kost.
" gimana jualan nya nak"tanya bu Indah.
" alhamdulillah bu. sisa tiga. aku mau ke warung dulu bu. ibu di rumah ja. nanti Arya pulang bisa susul ke depan. "
jarak warung dan kost sekitar satu kilo. masih wilayah sekitar sekolah. namanya juga jalan Kampung. mutar jadi jaraknya satu kilo hehehe.
" kemana tadi neng. kok siang bukanya"tanya mba Irma. ia jualan jajanan "banyak anak nanyain neng melody. mau cilok"
" tadi jual nasi dulu di proyek mba. ibu lagi kurang sehat. jadi aku kesini siang"
" oh. gimana jualan disana "
" alhamdulillah mba. nasi bungkus sama kopi panas"
" oh mba kira kamu ambil lapak"
" udah ada yang ambil mba. aku jualan di luar aja. peke meja kecil. "
Melody membersihkan warung ciloknya. dan mulai jualan. sekitar jam 11 Arya datang. ia membantu melody. kadang ada yang order. maka Arya yang mengantar. karena sekitaran warung.