Melody 2

1125 Words
"de jualan pulsa mu lumayan juga ya. " sofyan menghitung uang. sudah sebulan ia membantu melody. melody hanya tertawa kecil. dua hari sekali melody beli pulsa elektrik untuk di jualan kembali. melody punya pembukuan sendiri menggunakan aplikasi. jadi dia tau keluar masuk uang. sofyan juga termasuk amanah. disebuah rumah mewah. " detik ini kau sarah amelia kutalak kau dengan talak tiga. kau bukan istriku lagi" " mas kenapa kau sekejam itu. aku salah apa mas" wanita cantik yang sedang hamil itu menangis keras. " tolong jangan ceraikan aku mas" "aku tidak mencintai mu mas. semua karena perjodohan s****n itu. sekarang papa udah meninggal. jadi buat apa lagi kita bersama. aku mau menikahi diana. dialah wanita yang kucintai" kata Wisnu " mas.. " pergi dari sini. ini 10juta untuk kau lahiran. jangan mencariku lagi. " wisnu meninggal sarah yang menangis pilu. "mama" seorang bocah lima tahun memeluk sarah. sarah mengusap airmata nya. " mama jangan nangis ya. alam akan jaga mama dan dedek" " iya sayang. yuk kita berkemas. nanti papa marah kalo kita masih di sini"sarah le kamar nya. mengemasi pakaian dan barang pribadi nya. lalu pakaian alam dan sedikit perlengkapan bayi. di depan proyek. melody dengan semangat menjual dagangan nya. nasi bungkus dan kopi panas. " kenapa nggak jualan di warung saja neng. kan enak bisa bikin makan siang juga" tanya seorang lelaki yang melody kenal sebagai mandor. " rejeki udah ada yang atur pak. kalo semuanya saya jual nanti mba mba yang buka warung di dalam pada nggak dapat dong"kata melody. ia menyiapkan kopi di cup. "nih pak kopinya" "berapa neng" "5rb pak" " neng neng" pak umar si penjaga gerbang menghampiri. " ada apa pak" " ini loh neng, istri bapak nanya. boleh nggak titip kue di sini. " " oh. istri bapak bikin kue. " " iya neng. buat tambahan uang dapur. si bungsu kan mau masuk SMA tahun ini" " oh. bisa pak. biar saya ke rumah bapak saja ngobrol sama ibu" " aduh nggak merepotkan neng melody ya. " " nggak kok pak. santai aja. "melody tersenyum. jualan sisa tiga. ia pun berkemas. " ma... alam capek. lapar juga" terdengar suara anak kecil merengek. " sabar ya sayang" melody menatap mereka. anak kecil itu nampak kepanasan. ibunya pun payah berjalan menyeret koper besar. "ade" melody menghampiri mereka. " ade lapar ya. sini" " kamu siapa de"tanya sarah menatap melody. " saya melody kak. itu jualan di situ"tunjuk melody ke arah mejanya. " yuk sama kakak. ade mau makan kan" sarah dan alam mengikuti melody. "duduklah kak. " melody menyodorkan kursi plastik . sarah dan alam duduk. " nih kak makanlah. " " tapi de ini kan jualan mu"kata sarah. " aku udah selesai kak silahkan makan" sarah membuka nasi bungkus. lalu menyuapi alam. melody memberi nya dua buah nasi bungkus. kedua anak beranak itu makan dengan lahap. sarah yang dari kemarin belum makan. dan alam yang juga belum sarapan. " terimakasih ya de"sarah meneguk air putih di cup. " Sama-sama Kak"jawab melody. " kalo boleh tau kalau nih mau kemana. kenapa tak naik taksi saja kalo mau jalan jauh" " kakak tak tau mau kemana. kakak dan anak kakak di usir dari rumah setelah papa mertua meninggal kemarin " " ya Allah kak. kasihan kali. terus kakak sekarang mau kemana. " " kakak tak tau de. "isak sarah. " sudah. kakak jangan sedih. serahkan semua pada Allah. ini hanya teguran untuk kita. kita harus sabar. kakak harus kuat. pikirkan anak kakak. " " tapi sekarang kakak bingung de mau kemana. saudara tak punya. orang tua pun sudah tiada" " kak. kalo kakak tak keberatan. kakak tinggal di tempat ku aja. nanti kita pikirkan lagi bagaimana langkah selanjutnya. yang penting kakak dan anak kakak bisa istirahat " " terimakasih banyak de. tapi apa tidak merepotkan " " tidak. di kost ada adik saya Arya. dia bisa jadi teman anak kakak. ada ibu juga" " baiklah de. asal tidak merepotkan " " tentu tidak kak. " melody memesan taksi. ia menyuruh sarah naik. " aku udah pesan ibu di rumah kak. nanti sampai sana kakak jangan khawatir " " iya de. terimakasih " sarah dan alam naik taksi. " pak" "iya neng" " saya tidak jadi sekarang ke rumah bapak. nanti sore saja. saya ada urusan. boleh minta wa bapak " " boleh neng. " pak umar mengeluarkan HP nya. mereka bertukar nomor. " saya pulang dulu pak. assalamualaikum " " iya neng. waalaikumsalam " di kost. bu indah menyambut sarah dan alam. " masuk nak. tapi melody sudah WA ibu. maaf tempat nya sempit" " iya bu. terimakasih " sarah dan alam duduk di lantai. kaki nya pegal luar biasa. tak lama melody datang. ia langsung ke rumah sebelah yang kosong. " melody udah pulang nak" "eh ibu"melody mencium tangan bu indah" tadi aku langsung ke tempat bu romlah. nanyain ada kamar kosong nggak. rupanya kak santi pulang kampung sama suaminya. jadi langsung ku ambil kamarnya bu. buat kak sarah dan anaknya" " oh. iya bener juga. ibu setuju. kasihan dia lagi hamil gitu. biar ibu bantu bersih kan" " jadi kakak setuju kan tinggal di sini. " " iya de. " sarah mengangguk. " kakak istirahat aja dulu" "melody itu punya usaha cilok dan bakso goreng nak sarah" kata bu indah" dia jarang di rumah.biasanya pagi jualan di depan sekolah itu. siangnya ia di warung ciloknya" " tapi tadi dia ketemu di depan proyek " " tadinya ibu yang bakal nunggu di situ. tapi ibu lagi sakit kemarin. jadi melody yang jualan " " hebat. masih muda udah punya usaha. apa melody tak sekolah bu" " dia sudah dapat sertifikat paket C. katanya usaha lebih penting. biar bisa bantu orang " " mashaAllah " " ya gitulah melody. nggak bisa lihat orang susah. pasti di tolong nya. katanya tabungan untuk di akhirat. juga sedekah untuk kedua orang tuanya. yang ia nggak tau dimana " " jadi melody nggak punya orang tua bu" " nggak ada nak. dia besar di panti asuhan. lulus SMP, ia keluar. kost di sini. jualan kecil kecilan. alhamdulillah sekarang udah bisa buka warung sendiri. " "ibu udah lama ikut melody" " sudah. dari dia awal kost di sini dengan ibu. waktu itu suami ibu baru meninggal. Arya sakit. tak ada uang.untuk makan saja tak ada. kami hampir di usir sama yang punya kost" kata bu indah " melody yang jumpa ibu di jalan, ia minta waktu seminggu pada bu romlah. lalu ia belanja ke pasar. terus membuat adonan bakso dan cilok. ibu dan Arya yang kelaparan pun di kasihnya makan. ia jualan depan rumah. modal meja dan kompor. alhamdulillah laris. besoknya dia lanjut jualan di depan sekolah. laris. banyak anak anak yang suka. di tambah dia juga jualan es. seminggu langsung bisa bayar kost. "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD