hari itu Melody berusaha menyelesaikan semuanya. urusan Sarah dan anaknya. mereka memempati kamar di sebelah yang kosong. karena Santi dan suaminya pulang kampung. dan tidak tahu kapan kembali.
untuk memudahkan operasional, bu Indah dan Arya tidur di tempat Sarah. Melody tetap di kamar nya. jadi rumah Sarah kusus untuk tidur dan sholat. juga belajar Arya.
Melody juga rutin mengantar Sarah periksa kandui ke bidan. jualan di proyek pun lancar.
"bu... aku mau ke rumah pak Umar ya. " kata Melody.
"pak Umar sapa nak. " tanya bu Indah.
"hehehe... yang jelas bukan calon bapak kami lah. " Melody tertawa.
"ah kamu ini. macam macam aja. siapa pak Umar. " tanya bu Indah serius.
"itu penjaga gerbang proyek. katanya istrinya bisa bikin kue bu. beliau mau titip di tempat aku jualan. aku mau lihat. beliau bikin apa aja. kalo bisa mau ku rekrut buat jaga nasi bungkus ku. daripada nganggur. kan lumayan. "
"harusnya ibu yang jaga nak. "
"udah.ibu nggak usah khawatir. masih banyak kok yang bisa ibu lakukan di rumah ini. cilok dan bakso kan sudah bisa ibu hendel. "
"tapi ibu jadi tak bisa bantu yang lain nak. "
"bu... rejeki itu sudah ada bagian nya masing-masing. cobalah sukuri apa yang kita dapatkan. Arya juga kan banyak membantu ku di warung. sekarang ada kak Sofyan. aku bisa memikirkan usaha lain yang menghasilkan. "
"iya kak. ibu do'a kan usahamu maju terus. "
"aamiin."
siangnya Arya pulang sekolah.
"loh kak nggak ke warung. " tanya Arya.
"kan udah ada kak Sofyan. nanti kakak mau ke rumah pak Umar. kamu ikut nggak. " Melody memeriksa buku buku Arya. "ada pr nih. "
"ada.tapi kecil itu. " kata Arya. "aku ikutlah kak. "
"ikut ke mana. " ibu datang dengan Alam.
"ikut kakak ke rumah pak Umar. "
"ngapain.bikin repot kakakmu aja. nanti kau minta jajan pula. "
"ya ampun bu. hitungan banget sih. aku jajankan kakak yang beliin. aku nggak nolak. "
"uhhhh semprul. "ibu melempar serbet ke muka Arya.
" sudahlah bu. biar dia ikut. nggak papa. jadi teman ngobrol di jalan. "
"Alam juga mau ikut kak. " kata Alam.
"nggak boleh. nanti nangis. jauh loh. " seru Arya. balita itu nampak menahan tangis.
"emang kenapa Alam mau ikut. " Melody mendekati Alam yang menutup wajahnya dengan tangan.
"ih belum apa apa aja udah nangis. " kata Arya.
"Arya." Melody melotot pada Arya. si mulut ember langsung diam."Alam... umurnya berapa sekarang. "
bocah itu mengangkat tangannya. mengacungkan lima jari.
"kalo segini udah besar belum. " Melody memegang tangan Alam. Alam mengangguk.
"nah kalo udah besar. kenapa menangis. "
"Alam mau ikut kak Melody. tapi kak Arya tak boleh. " jawab jujur Alam. ia terisak saat Melody memeluknya.
Melody menepuk-nepuk punggung Alam.
"sudah jangan nangis. Alam boleh ikut kok. " kata Melody dengan lembut.
"bener kak. Alam boleh ikut. "
"iya.nanti lepas ashar kita pergi. tapi Alam ijin dulu sama mama. kalo boleh ikut, Alam ikut kakak. " kata Melody. Alam mengangguk patuh. ia lalu kesebelah.
"Arya." panggil Melody.
"apa sih kak. "Arya datang dengan semangkok bakso dan mie. pasti bikin sendiri. ia langsung duduk di sebelah Melody.
" kakak kan pernah bilang sama kamu. jangan suka menjahili Alam. dia masih kecil. dia adikmu juga. "
"iya kak. "
"anggap dia keluarga kita. dia bagian dari kita. "
"tapi diakan udah ada tante Sarah. aku cuma punya kak Melody. "
"Arya.kakak menyayangi mu dan ibu, lebih dari apapun di dunia ini. jangan pernah ragukan itu. kau tau kakak berusaha dan berjuang cari uang, agar cita cita mu menjadi penghafal al Qur'an terlaksana. agar bisa memberikan kehidupan yang layak bagi kau dan ibu, kehadiran kak Sarah dan Alam adalah cara Tuhan agar kita bisa berbagi. agar kita bisa menolong sesama. kakak ingin kau punya jiwa penuh kasih. bukan jiwa penuh iri dengki. Allah benci orang yang punya sifat iri dengki. jiwanya sempit. mulai sekarang jangan pernah lagi mengucilkan Alam. dia adikmu. sodaramu.sayang dan lindungi dia. mengerti tidak. "
"mengerti kak. " Arya mengangguk. di balik pintu bu Indah mengusap air matanya. di sisi lain, Sarah pun mengusap air matanya.
"kau bilang mengerti. tapi mie nya kau embat sendiri. niat ngasih nggak sih. "
"astaghfirullah."Arya melihat mangkoknya. iya juga ya. mienya udah habis. " maaf kak. mau ku bikinkan lagi. "
"nggak usah. nanti kita beli ayam goreng di jalan. Alam pasti suka. "kata Melody.
" aku minta dua ya. "ujar Arya.
" tenang. masing masing boleh beli tiga potong. "kata Melody.
Azan ashar terdengar. bergegas mereka menunaikan kewajiban.
Melody meletakkan botol air di keranjang sepeda. Arya dan Alam sudah berbaju rapi. mereka segera pergi. sepanjang jalan Melody berusaha mengakrabkan kedua nya. dengan menyuruh keduanya membaca surah pendek. Melody dan Arya sambung surah. lalu Melody membaca surah pendek dan menyuruh Alam mengulangi.
saat ke jalan besar. Melody membuka maps di hpnya.
"kita arah mana kak. " tanya Arya. ia mengayuh sepeda sementara Alam duduk di belakang.
"lewat proyek lebih dekat. yuk. " Melody menunjuk jalan. mereka berjalan kira kira 500 meter. baru menemukan gerbang perumahan mewah.
Melody segera menuju pos security.
"assalamualaikum pak. "sapa Melody
"waalaikumsalam."balas security berseragam biru tua. " ada apa neng. "
"maaf Pak. kami mau ke kampung ROTAN. yang enak lewat mana ya. "
"oh kampung ROTAN. di belakang perumahan ini neng. kalau neng lewat jalan besar malah mutar. masuk aja. nanti ada bundaran belok kiri. lurus aja. nah ada jalan kecil. biasa orang orang lewat situ. pedagang sama kurir. mobil tak bisa lewat neng. " jelas security.
"oh gitu ya pak. kami lewat dalam aja. makasih ya pak. " Melody melambai pada Arya.
mereka lanjut lewat perumahan.
"Rumah Alam dulu di sini kak. " kata Alam tiba-tiba.
"iyalah."
"iya kak. tuh yang ada lampu besar. pagar warna hitam. "
"sudah.Alam nggak usah sedih lagi. nanti bila kita ada rezeki. kita beli rumah di sini juga. "
"aamiin."
mereka sampai di kampung Rotan. lalu mencari rumah nomor 17.
"di ujung neng. rumah pak Umar. " kata seorang ibu.
"makasih bu. "
mereka lanjut. suara azan magrib terdengar keras. rupanya di dekat situ ada masjid.
"itu kak rumahnya. " tunjuk Arya.
Melody mengangguk. ia segera mendekati rumah petak yang nampak asri. mirip dengan kostan bu Romlah.
"assalamualaikum." Melody mengucap salam. lalu mengetuk pintu tiga kali.
"waalaikumsalam." terdengar sahutan dari dalam. pintu terbuka. seorang wanita berdaster dan jilbab lusuh menatap Melody.
"nyari sapa neng. "tanyanya.
" apa benar ini rumah pak Umar. penjaga gerbang proyek. "tanya Melody.
" neng sapa. "
"saya Melody bu. "
"Melody." ibu itu diam sebentar. "oh iya. bapak ada cerita. neng Melody. hayu masuk neng. itu adiknya. ajak sekalian. "
"terimakasih bu. " kata Melody. "kami numpang sholat magrib dulu bu. boleh ya. "
"boleh banget. ibu juga belum magrib. "
mereka masuk. bergantian berwudhuk. lalu sholat berjamaah. dengan Arya sebagai imam
karena anak itu sudah banyak hafal ayat Qur'an.