Pembicaraan tidak lagi didominasi pertanyaan padaku. Tante Nadia dan Bet kini mulai membahas soal persiapan pertunangan yang akan digelar tak lama lagi. Aku kurang begitu memperhatikan kapan tepatnya. Pikiranku terasa penuh. “Kalau memang sangat sibuk, seharusnya kalian menikah langsung saja.” Ungkapan Tante Nadia membuatku sadar, Bet sangat diterima dalam keluarga ini. Tidak ada alasan untuk merasa ragu. Situasinya sangat berbeda denganku. Apa Tante tahu kalau putranya yang lain juga menyukai wanita ini? Bagaimana interaksi Ken dan Bet selama ini? Pasti sangat sulit. Cinta pertamamu akan menjadi kakak iparmu. Sudah seperti judul sebuah sinetron striping yang tayang di layar kaca. Tanganku yang sejak tadi diam di pangkuan mencari kesibukan lain dengan meraih ponsel. Aku tahu, ini tidak

