Jatuh Cinta Sampai Begok

2005 Words

Aku baru saja menyimpan ponsel ke dalam tas. Ken mengirimiku pesan. Dia bertanya, apa aku masih di luar? Semalam aku memberitahunya, kami akan berbelanja. Padahal dia tidak bertanya apa acaraku hari ini, atau memintaku untuk bertemu dengannya. Aku hanya merasa harus memberitahunya. Itu saja. Lagipula pesan tersebut baru dia baca pagi tadi. Seharusnya aku berhenti berharap. Toh, dia takkan peduli. “Jadi?” Aku segera mendongak. Eka dan Kia menatapku. Kami sedang duduk berhadapan di salah satu kedai makan siap saji. Kia memutuskan menyudahi kegiatan hunting barang setelah kaki kami menjerit minta untuk berhenti. Sudah puluhan toko kami masuki. Memuaskan selera Kia tidak semudah yang aku pikirkan. “Ada apa dengan, jadi?” Aku memandang mereka bergantian. Lalu, fokus pada Kia yang melemp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD