Ibu Sudah Tahu

1364 Words

Gerimis masih berlanjut hingga sore, dan baru berhenti selepas magrib. Aku yang hendak melihat jalannya pengajian menjadi urung dan memilih kembali ke kamar. Ayah baru saja turun dari mobil. Dia tidak sendiri. Seorang bocah laki-laki mengikutinya. Bocah itu sekitaran lima tahun. Tangannya yang mungil memegang jemari Ayah. Berani-beraninya Ayah membawa anak itu kemari. Ini rumah Ibu. Sumber sakit hati Ibu ada pada keluarga baru Ayah. Bagaimana bisa aku memaafkan Ayah kalau yang aku lihat justru hal semacam ini? “Ra, kamu belum tidur, kan?” Ketukan di luar pintu dengan suara Kak Saga di sana. “Masuk, Kak.” Aku manarik kaki yang menggantung di samping ranjang. Kedua kakiku naik ke peraduan Ibu yang belum berganti seprainya. Aku melarang Kak Mira saat dia hendak menggantinya dengan yang bar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD