Minggu pagi, setelah menyiapkan sarapan, aku keluar dari rumah dan meninggalkan pesan dalam secarik kertas yang kutempelkan di atas tudung nasi. Aku tidak mau membangunkan Ken dengan mengirim pesan lewat chat. Hal itu bisa membuat Ken langsung keluar kamar. Padahal aku benaran tidak mau diantar olehnya. Semalam, Ken bertanya lagi tentang rencanaku pagi ini. Aku tidak ragu untuk mengulang informasi yang sama, bahwa aku akan mencari rumah kontrakan. Aku akan menemui Eka. Lalu, Ken berkata dia tidak punya rencana apa-apa hari ini, bolehkah dia bergabung? Aku tidak memberikan jawaban apa-apa pada Ken. Lebih baik aku segera keluar dan menghindarinya. Aku bisa beralasan terburu-buru jika dia bertanya nanti. Coba bayangkan apa yang akan Eka pikirkan saat aku membawa Ken serta? Bukan itu seben

