Chapter 88: Biggest Weakness Kecemasan yang telah tersimpan di hati Rhaga untuk berhari-hari itu membuatnya tak kembali ke tendanya setelah bertemu dengan Aranhe yang menjadi utusan dari negara Bharat. Ingin rasanya dia meluapkan semua perasaannya, tapi rasa cemasnya pada Kalya masih lebih besar. Segera Rhaga menyibakkan pintu tenda dan masuk ke dalam tenda milik Kalya, mendengar gadis itu telah sadar bukannya lega tapi hatinya menjadi lebih khawatir. “Astaga! Maafkan aku!” kata Rhaga sembari memalingkan pandangannya setelah dia masuk dan melihat jika Kalya sedang berusaha untuk memakai pakaiannya dengan susah payah. Bahu Kalya masih terasa sakit untuk bergerak, tapi dia ingin mengganti pakaiannya karena pakaian lamanya itu sudah terasa lengket. Kalya segera menurunkan pakaiannya,

