A CUP OF TEA

2116 Words

Chapter 28 A CUP OF TEA   Kepala Sorra menoleh ke kiri, lalu ke kanan, ke kiri lagi dan ke kanan lagi mengikuti gerakan Rhaga yang berulang sejak beberapa saat sebelumnya. Tampaknya belum ada niat Rhaga menghentikan langkahnya yang gelisah. Sejak pertemuannya dengan Yaksuri di ruang istirahat itu, dia begitu gelisah. Banyak tanya dalam benaknya belum terjawab.   Bagaimana Yaksuri tahu jika seorang penyihirlah yang mengacaukan pasukan Jansakar di Benteng Utara Arkteir?   Bagaimana Yaksuri sangat yakin jika Rhaga adalah seorang penyihir?   “Berhentilah, Rhaga.” Risaya tidak tahan lagi. Rhaga terlihat begitu gelisah, tapi bibirnya bungkam tak bersedia berbagi cerita. Tidak seperti Rhaga biasanya. “Katakan apa masalahnya, kenapa kau begitu gelisah?” Risaya mendesak, jika rasa ingin ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD