Fairy prince pun masuk ke area tempat tidur. Bunyi keras apa itu? Apakah telah terjadi sesuatu dengan istri dan bayi mungil kami? Semoga, mereka berdua baik-baik saja, batin Truantz, setengah panik.
Di sana, terlihat buah hati nan menggemaskan berada tak jauh dari tiang ranjang, namun agak ke tepi. Sepasang mata biru itu mengamati adanya keanehan: sang bayi tampak senang, seolah semua berjalan normal. Ketika melihat ke arah pasangan, terlihat raut panik, bahkan nyaris menangis. Pria penyayang keluarga pun segera mendekati keluarga kecil tersayang, lalu mengambil anak mereka.
“Sayang, aku mendengar suara seperti ada yang jatuh. Apa yang terjadi? Kenapa anak kita bisa terpisah darimu?” tanya Truantz, lembut.
Perempuan bermata hijau itu tak menjawab, seolah tak mendengarkan pertanyaan tersebut. Ia seolah melihat hantu, sehingga belum mengeluarkan suara apa pun. Karena melihat keadaan semakin aneh, maka pria bertubuh kekar itu duduk di tepi ranjang, seraya mengusap kepala sang istri.
Kenapa pasangan seperti shock? Apakah dia melihat sesuatu yang menyeramkan? Ini bisa berbahaya, karena sebagai mortal, mereka belum tentu bisa menerima wujud asli dari magickal creature. Aku pun harus berubah wujud secara berkala ke bentuk asli, meskipun hanya lima sampai sepuluh menit, supaya tidak terlalu lelah, pikir Truantz.
Tanpa pikir panjang, fairy prince segera melepas satu tangan, lalu memeluk anak tunggal Agrh Lutzh dan Grima Vandft, lalu memberanikan diri untuk mengucapkan spell, meskipun hal tersebut terlarang, kecuali dalam keadaan darurat. “Avtexc liotz vra firgth ni Rhean!”
Tak lama kemudian, tampaklah di depan mata kilasan peristiwa, di mana pasangan resmi dari fairy male terbangun dari tidur. Rhean tersenyum, ketika melihat buah hati pernikahan masih tertidur pulas, di dalam dekapan wanita yang telah melahirkannya, seolah tempat ternyaman hanya berada di sana.
“Putri kecil belum bangun. Ibu mau mengambil air mineral dan camilan dulu, ya, supaya ketika kamu terbangun, lalu haus, maka sudah bisa memberikan s**u yang merupakan gizi terbaik untukmu.” Ia pun perlahan melepaskan pelukan, supaya tidak mengganggu tidur bayi cantik itu.
Ketika ia hendak turun dari ranjang, tiba-tiba tampaklah sesosok tinggi besar berdiri sepuluh meter dari ranjang, sehingga membuat perempuan lemah lembut itu ketakutan, namun lidah mendadak kelu, sehingga tak bisa berteriak untuk meminta pertolongan. Perempuan itu lalu mundur, dan kembali ke posisi semula.
Apa itu? Kenapa dia bisa masuk ke sini, padahal hari masih siang? Jangan sampai, sosok aneh itu menyakiti Ostara Di mana suami? Aku sungguh takut, kalau makhluk ini akan membunuh kami berdua, batin Rhean. Raut panik jelas terlihat, bahkan ketegangan semakin terasa, saat figur asing semakin mendekat ke arah keduanya, seolah siap untuk berbuat kejahatan.
Tidak! Dia ke sini! Astaga, Demi Dewa Vrade yang menguasai matahari di dunia, tolonglah aku, jangan sampai makhluk aneh itu menyakiti kami, apalagi bayiku! Bakar dia dengan sinarmu! jerit si ibu muda dalam hati, seraya memeluk putri tercinta erat.
Tak lama kemudian, keanehan terjadi. Makhluk aneh itu berhenti bergerak, bahkan terbakar oleh sinar mentari yang masuk di dalam ruangan. Jeritan sosok hitam itu bergaung di indra pendengaran, sehingga membuat Rhean spontan menutup telinga, dan tidak melepaskan dekapan, agar Ostara tidak terganggu.
“Jangan takut, Rhean. Aku telah mendengar permintaanmu, sehingga kau dan putri kecil selamat.” Suara asing lain muncul, namun kali ini lebih berwibawa, tidak menjerit seperti tadi. Si pemilik nama mengedarkan pandangan ke sekeliling, untuk mencari siapa yang berbicara, namun tiada orang lain di situ.
Cukup lama perempuan bermata hijau itu terdiam, mencerna apa yang terjadi. Detak jantung terasa lebih cepat, karena sudah mengalami peristiwa di luar nalar. Bayi mungil dalam dekapan, masih tertidur pulas, seakan semua berjalan normal, namun jiwa si ibu menjadi terguncang.
“Astaga ... aku ....” Suaranya mulai normal. Ingin sekali menangis, akan tetapi airmata tak kunjung keluar dari mata.
“Terima kasih, Dewa Vrade telah menolong kami. Astaga, apa itu tadi? Sungguh, takut—” Wanita berambut panjang brunette itu berdiri, lalu berjalan beberapa langkah. Pikiran masih kacau, tatapan pun kosong. Tak lama, Rhean terjatuh, sehingga bunyi debam terdengar di dalam ruangan.
“Putriku—” Ia mencoba bangkit, lalu meletakkan si bayi tak jauh dari tiang ranjang, namun agak ke tepi. Kedua mata Ostara tampak terbuka, lalu sepasang tangan kecil tampak menggapai-gapai ke arah sang ibu, yang masih terlihat shock.
Dengan sisa tenaga, Rhean memaksakan diri berjalan ke ranjang, kemudian terduduk di tempat semula. “Seumur hidup, aku tidak pernah melihat hal-hal aneh. Makhluk hitam itu apa? Kenapa dia bisa masuk ke sini? Apakah Ostara telah diincar? Buah hati sejak tadi menunjukkan gelagat aneh saat hendak makan siang, bahkan di dining room pun menunjuk ke suatu arah, apakah kedua hal tersebut saling berkaitan? Sungguh, semua ini sangat membingungkan—"
Fairy prince merasa sedih, sekaligus marah, karena keluarga kecil hampir mendapatkan celaka dari magickal creature lain, di saat ia tengah bercakap-cakap dengan adik mortal, Traimt. “Maafkan aku, Sayang, karena tidak mampu melindungi kau dan Ostara. Terima kasih Dewa Vrade, karena memberikan pertolongan, sehingga mereka selamat,” gumam Truantz, pelan.
Manik biru itu melepaskan pelukan, kemudian meletakkan sang putri di samping kanan pasangan terkasih. “Aku harus membacakan the ancient spell, supaya ingatan istri tentang kejadian tersebut hilang, sekaligus memulihkan memori. Efek samping tertidur lelap beberapa jam, sehingga Rhean berpikir, itu semua hanya mimpi. Ketika dia telah tertidur, harus memeriksa keadaan Ostara, bahkan memulihkan luka dalam, apabila diperlukan.”
Truantz menumpangkan tangan di atas kepala pasangan hidup, seraya mengucapkam mantra kuno, “O De Aletzhia, grethutxca khrogtr Rhean varaxt avrefrt vriogth brext, greq axtc hiktx mreith.” Tak lama kemudian, sepasang mata hijau itu tertutup rapat.
Sementara, seorang wanita tengah menunggu di sofa di dalam ruangan. Ia merasa bingung, karena sang kakak lelaki belum juga kembali ke situ. Sebagai pribadi yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, sudah pasti heran, terlebih suara keras berasal dari area ranjang, telah memancing penasaran di dalam diri.
Ada apa dengan Gretzh dan Rhean? Bunyi apa tadi? Aku ingin mengecek ke sana untuk melihat keadaan, tapi itu sungguh tidak sopan, kecuali dimintai tolong. Semoga, kakak ipar baik-baik saja, karena hati ini merasa khawatir. If my beloved brother asking for help, I would love to do it, batin Traimt.
***
Istilah bahasa asing:
1. Avtexc liotz vra firgth ni Rhean! = Tunjukkan padaku apa yang terjadi pada Rhean!
2. O De Aletzhia, grethutxca khrogtr Rhean varaxt avrefrt vriogth brext, greq axtc hiktx mreith = Oh, Dewi Aletzhia, hilangkanlah memori Rhean, lalu buatlah dia tertidur lelap, sehingga semua hanya mimpi