bc

Lulun samak

book_age18+
101
FOLLOW
1.1K
READ
goodgirl
mistress
drama
tragedy
mystery
mythology
small town
horror
asexual
stubborn
like
intro-logo
Blurb

Wulan adalah wanita berusia 21 tahun. Putri pasangan pak Cokro dan Bu sekar ini memang sangat cantik, pintar, dan menawan. Lahir dari keluarga kaya, tak membuat Wulan menjadi besar kepala. Tetapi, ayah Wulan pak Cokro mendapatkan kekayaannya hasil dari pesugihan yang selama ini dia lakukan. Pak Cokro mempersekutukan Tuhan dengan iblis itu.

Dia bernama Candra, laki-laki berusia 27 tahun itu merupakan kekasih Wulan. Candra berasal dari keluarga yang kurang mampu, bahkan pas-pasan.

Bersama dengan Candra inilah Wulan berhasil menghentikan pesugihan yang dilakukan oleh ayahnya itu.

Bersama dengan

chap-preview
Free preview
Silsilah keluarga wulan
Kisah ini dimulai dari seorang gadis bernama Wulansari, biasa dipanggil Wulan, berusiah 21 tahun. Putri tunggal dari pasangan bernama pak Cokro dan Bu sekar, pak Cokro adalah orang terkaya dikampung itu, pak Cokro mempunyai kebun kopi berhektar-hektar, peternakan sapi, pabrik s**u, dan usaha lainnya. Keluarga pak Cokro sangat terkenal kaya raya, bahkan berkat kekayaannya itulah pak Cokro dikenal diberbagai kalangan pengusaha tinggal desa maupun kota. Kopi yang berasal dari kebun pak Cokro juga di ekspor sampai ke manca negara. Selain kaya raya, pak Cokro juga dermawan, setiap pagi pak Cokro membagikan s**u segar dari peternakannya untuk warga desa di kampungnya. Rumah pak Cokro sangat luas dan rumah yang paling mencolok diantara para tetangganya yang miskin. Selain setiap pagi membagikan s**u segar kepada tetangganya, pak Cokro juga memperkerjakan para tetangganya sebagian di kebun kopi, peternakan kambing, peternakan sapi, dan yang lainnya. Oh iya, pak Cokro juga mempunyai peternakan kuda, biasanya keluarga pak Cokro memakai kuda hanya untuk berjalan-jalan menyusuri kebun kopi yang sangat luas itu. Pak Raharjo, Bu indah, dan Candra adalah keluarga miskin yang sehari-hari bekerja ikut pak Cokro. Pak Raharjo bekerja sebagai pemeras s**u sapi, Bu indah bekerja sebagai buruh dikebun kopi milik pak Cokro, dan Candra, putra tunggal mereka, Candra bekerja sebagai penjual s**u segar dari satu kampung ke kampung lainnya, Candra adalah laki-laki berusia 27 tahun, belum menikah dan berasal dari keluarga pas-pasan. Setiap pagi juga Candra bertugas mengantar s**u segar kerumah pak Cokro, untuk konsumsi keluarga mereka. Candra memang tampan, dengan pesonanya, dia membuat para gadis desa jatuh hati kepadanya, tetapi Candra tidak memperdulikan hal itu, Candra juga rajin beribadah, dan patuh kepada kedua orang tuanya. Dari sinilah awal mula kisah cinta antara Candra dan Wulan. Wulan adalah gadis yang ramah dan baik kepada semua orang, dia juga berwajah sangat cantik. Sana seperti Bu sekar, kecantikan Wulan berasal dari ibunya. Awalnya Wulan tidak pernah memperhatikan, siapa pengantar s**u dirumahnya setiap pagi, Wulan juga tidak memperdulikan hal itu. Saat itu Wulan bangun sangat pagi sekali, tidak seperti biasanya, ayahnya sedang berada dikebun, ibunya sedang berada di peternakan, dan para pembantunya sangat sibuk bekerja didapur. “non Wulan, kenapa bangun sangat pagi?” tanya Minah, pembantunya. “saya tidak tahu mbak, saya juga baru hari ini bangun sangat pagi, oh iya mbak, dimana ayah dan ibu?” tanya Wulan. “Oh, kalau bapak sedang di kebun non, sedangkan ibu sedang di peternakan, tadi ibu bilangnya, beliau mau memilih sapi untuk dipotong dan untuk pesta rakyat bulan ini,” ucap minah lagi. Saat Wulan ingin kembali kekamarnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka, karena para pembantu tidak mendengarnya, Wulan akhirnya membuka pintu rumahnya. “Non, ini s**u segar yang baru diambil dari peternakan,” ucap lelaki itu sambil menyodorkan beberapa termos kepada Wulan. “Iya terima kasih,” ucap Wulan. Setelah s**u berhasil diantar kerumah keluarga pak Cokro, Candra langsung pamit, karena Candra harus menjual s**u segar itu dari desa ke desa lainnya. Wulan lalu menutup pintu rumahnya lagi dan berpikir, “siapa laki-laki muda itu? Aku tidak pernah melihatnya sewaktu aku sedang berada di peternakan, dia tampan,” ucap Wulan lalu tersenyum. Wulan membawa s**u itu kedapur dan bertanya kepada pembantunya, “mbak Minah, siapa laki-laki pengantar s**u sapi ini? Sepertinya aku baru saja melihatnya,” tanya Wulan. “oh, itu namanya Candra non, putra dari pak Raharjo, yang bekerja di peternakan bapak,” ucap minah menjelaskan. “oh,” ucap Wulan. Wulan memang terkesan dengan ketampanan yang dimiliki cadra, “oh iya non, Candra sangat tampan ya, bahkan para gadis desa disini berjuang merebut hatinya, oh iya non, meskipun dia tinggal didesa, Candra juga sudah lulus sarjana,” ucap Minah menambahi. “sarjana?” ucap Wulan heran. “iya non, dia sudah lulus sarjana, dia pernah bekerja di kota non, tetapi semenjak ayahnya sakit-sakitan, Candra memutuskan untuk pulang ke desa dan bekerja sebagai sales penjual s**u, ikut dengan bapak,” ucap Minah lagi. Tanpa menjawab argumen Minah, Wulan langsung masuk kedalam kamarnya. Wulan berusaha untuk mencari tahu, siapa laki-laki itu sebenarnya. Sampailah dia dikamar, “ seharusnya aku tidak memperdulikan lelaki itu, tetapi aku sangat terkesan, walau dia lulus sarjana, tetapi dia mau bekerja sebagai penjual s**u, asalkan pekerjaannya dekat dengan kedua orang tuanya. Pagi itu Wulan tidak bisa tidur kembali, Wulan lalu pergi dari kamarnya dan beranjak keluar dari rumahnya untuk mencari udara segar. Wulan berjalan-jalan tak jauh dari rumahnya, Wulan berhenti di danau yang ada didesa itu. “air disini sangat jernih, bahkan Wulan melihat anak-anak yang sedang bermain di danau itu, Wulan juga melihat warga desa sedang mengambil air disana. Air danau itu mungkin adalah sumber kehidupan bagi warga desa itu. Tetapi hal itu tidak berlaku untuk Wulan, rumah Wulan selalu ada air bersih untuk mandi dan minum. Saat Wulan sedang memperhatikan mereka, pak Cokro yang sedang keliling pun melihat putrinya sedang duduk ditepi danau, pak Cokro didanai bersama kudanya, “bukankah itu putriku?” ucap pak Cokro bertanya sendiri. Pak Cokro semakin mendekat, dan benar saja, yang sedang duduk ditepi danau itu adalah putrinya. “nak, sedang apa disini?” tanya pak Cokro menghampiri. “Ayah, ayah sedang keliling perkebunan kopi?” Wulan bertanya balik. “nak, kau belum menjawab pertanyaan ayah, apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya pak Cokro lagi. “Ayah, Wulan hanya ingin berjalan-jalan saja, Wulan bangun terlalu pagi, dan Wulan tidak bisa tidur kembali,” ucap Wulan kepada pak Cokro. “baiklah, sekarang ayo kita pulang!” Ucap pak Cokro. “Aku masih ingin disini ayah,” ucap Wulan menentang. “lebih baik kau pulang!” pak Cokro mulai menahan amarahnya. Melihat wajah ayahnya yang seperti itu, Wulan pun mengikuti ucapan ayahnya itu. Wulan pun kembali kerumahnya. Sementara pak Cokro yang masih berada di tepi danau itu pun berfikir. “bagaimana caranya agar aku melarang putriku untuk tidak bermain didanau ini,” ucap pak Cokro berkata sendirian. “aku tahu, semakin aku melarangnya, putriku itu akan semakin tahu mengapa aku melarangnya bermain didanau, aku tidak ingin bertengkar dengan putriku hanya karena masalah sepele,” ucap pak Cokro lagi. Setelah berfikir, pak Cokro pun kembali ke perkebunan kopi miliknya, pak Cokro melihat-lihat semua buruh tani pemetik biji kopi itu dikebunnya. Pak Cokro bahkan membanggakan dirinya sendiri, berkat dirinya kaya raya, seluruh warga desa hidup bergantung kepadanya. Aku adalah orang terkaya di desa ini,” ucapnya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
40.9K
bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

TERNODA

read
198.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook