Kerugian Korban?

1631 Words

“Apa urusanmu di desa?” tanya Mas Naren, ternyata ia masih di rumah dan tak bekerja. “Mas, kamu tidak ke kantor?” “Aku yang bertanya, Syafana. Kenapa kamu bertanya kembali?” Mas Naren menggelengkan kepala. “Apa urusanmu di desa?” “Mas, aku—” “Katakan saja.” “Aku menemui Mas Fikram.” Mas Naren membelalak, seolah biji matanya itu akan keluar, ia pasti kaget ya sudah pasti. Aku yang salah karena pergi tak bilang-bilang, tapi setidaknya ada yang bisa ku lakukan daripada berdiam diri dan menunggu kehancuran suamiku. Salah aku melakukan itu? Jika aku mengatakan ke Mas Naren sebelumnya, aku tidak yakin dia mengizinkanku. “Apa? Kamu menemuinya? Apa yang kamu lakukan menemuinya? Minta rujuk padanya?” tanya Mas Naren. “Mas, bukan begitu. Aku menemuinya hanya ingin menyuruhnya menghapus video

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD