Semoga Usai

1105 Words

Aku duduk di ruang tengah seraya membaca majalah bisnis yang menampilkan wajah Mas Naren sebagai sampulnya. Ini majalah edisi beberapa bulan yang lalu, sebelum Mas Naren mendapatkan masalah. Mas Naren terlihat gagah dan smart. Seorang konglomerat yang memiliki istri tak bisa membantu banyak sepertiku. Aku duduk diam dan menunggu kedatangan suamiku, tak lama kemudian terlihat Mas Naren menghampiriku dengan wajah lelah. Aku tahu pasti sangat melelahkan baginya. “Mas, kamu sudah pulang?” tanyaku lalu menghampiri Mas Naren lalu meraih tangannya dan menciuminya. Mas Naren duduk di sofa dan aku duduk disampingnya. Aku menatapnya, sungguh jelas wajah lelah itu. “Mas, kamu pasti lelah ya?” tanyaku lagi. MAs Naren mengangguk. Sebenarnya ada yang ingin aku katakan pada suamiku ini, aku ingin m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD