Waktu begitu cepat berlalu, setiap hari hanya diisi dengan berangkat pagi pulang sore kadang malam untuk mencari uang. Begitulah kehidupan orang dewasa yang tak ada liburnya. Lelah sudah pasti, tetapi bagaimana lagi. Apalagi dikejar oleh umur dan persaiangan yang semakin ketat. Hampir setiap hari pula Gibran melakukan hubungan dengan Aira. Tak jarang membuat wanita itu kesal karena mengeluh capek. Namun, ada yang berbeda kali ini. Aira tampak mual-mual. Belum lagi wajahnya yang pucat. Tubuhnya lemas, dan hampir saja ambruk jika tidak ditopang oleh Gibran. "Kamu sakit?" tanya Gibran dengan bingung. Perasaan tadi malam Aira baik-baik saja. Bahkan, tidur nyenyak sampai mendengkur. "Kenapa pakai tanya sih?" Aira berkata dengan ketus. Sudah tahu dia sakit begini pakai ditanya. Siapa coba ya

