Pertengkarannya dengan Gibran mampu menggoncang hati Aira. Hingga dia yang banyak berpikir memberi pengaruh bagi bayi di dalam kandungannya. Perutnya terasa sedikit sakit. Aira memilih berdiam diri di kamar, merebahkan diri di ranjang dan menyelimuti dirinya sendiri. Dia tak tahu dimana lelaki itu berada. Belanjaannya dia biarkan di ruang tamu, mungkin saja sudah dipindah oleh sang ibu. Lebih baik baginya memilih tidur daripada banyak berpikir yang membuat perutnya makin sakit. Wanita hamil memang tidak boleh stress, tetapi apa buat. Dia tak bisa mengungkapkannya. Masalah yang ada dalam pernikahannya adalah masalahnya dengan Gibran. Orang luar tak perlu tahu, baik itu mertuanya dan orang tuanya sendiri. Aira matanya masih menetes, dia kesulitan untuk tidur. Suara ketukan membuatnya seger

