Bab 25

1126 Words

"Aira, kamu gak usah ikut membantu. Duduk saja!" Aira menggelengkan kepala. Dia merasa tak enak jika hanya duduk. Sedangkan Mama Sari hanya dibantu oleh satu pembantu rumah tangga untuk membereskan meja makan sekaligus ruang tamu yang terlihat berantakan karena kedatangan para sanak saudara papa dan mama mertuanya. Dia yang sedang membawa piring menuju wastafel pun dilarang oleh mama mertuanya. Piring yang dia bawa dengan segera diambil oleh mama mertuanya itu. Aira menghela nafas panjang. "Ma, biarin Aira membantu! "Tidak usah, kamu duduk saja. Ingat kamu sedang hamil tak boleh kelelahan." "Ma," ujar Aira dengan suara pelan. Hendak kembali berucap tetapi tatapan tajam Gibran membuatnya mau tak mau mengangguk. Lelaki itu menarik pergelangan tangannya menuju kamar. Sesampainya di kama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD