Hari berikutnya,
Sore hari, Galih dan kawan-kawan yang lain datang ke rumah Emira. Rasya pun ada di antara mereka.
Melihat ke adaan Emira yang sudah 3 hari absen sekolahnya. Kalau Rasya perhatikan, bengkak di lutut Emira sudah mengecil. Emirapun sudah bisa berjalan sendiri. Rasya lihat tadi ketika Emira keluar dari kamar, berjalan pincang dan berpegangan pada tembok sampai akhirnya Galih membantunya untuk berjalan dan duduk di sofa ruang tamu.
Rasya mengamati dalam diamnya. 'Cemburu?' Tidak apa-apa, hanya membantunya berjalan. Salah sendiri kan tadi kalah cepat?.
Mama Emira sudah menyuguhkan minuman beserta camilan untuk teman-teman Emira.
"Kalian kenapa baru dateng? Udah 3 hari loh aku sakit?" Protes Emira pada teman-temannya. "Mana gak bawa apa-apa lagi." imbuhnya.
Sementara teman-temannya malah tertawa.
"Sori, ngumpulin bocah-bocah ini sekarang rada-rada susah, Ra." Mengingat sudah ada yang mulai kuliah, lalu ada yang sekolahnya full day, ada juga yang harus ikut les tambahan.
Mereka terlihat bahagia ketika berkumpul, bercengkrama, bercanda. Pun Emira yang tertawa sepanjang obrolan mereka.
Rasya banyak diam saat ini, terkadang ikut tersenyum saat ada bahasan yang lucu.
Singkat cerita, teman-teman Emira bubar pas waktu menjelang maghrib. Pun Rasya yang turut berpamitan pada Emira dan mama nya. Sembari menawarkan, "mau aku bantu ke kamar enggak, Ra?"
"Iya, pengen rebahan aku." jawab Emira.
Selagi teman-temannya keluar pintu rumah Emira, Rasya memapah Emira menuju kamarnya.
"Makasih Ras, besok aku mau masuk sekolah." Ucap Emira setelah duduk di tempat tidurnya. Rasya masih berdiri di sana, membantu menaikkan kaki Emira ke atas tidur.
"Masih kayak gini masa mau sekolah, Ra?"
"Ngga apa-apa, udah bisa di pakai jalan walaupun harus pegangan. Aku udah ketinggalan pelajaran banget."
"Ya udah, mudah-mudahan besok kondisi lututnya lebih baik lagi."
"Aamin."
"Aku balik dulu, Ra. Udah azan maghrib. Cepet pulih yaa." Rasya mengusap pundak Emira.
"Makasih, Ras."
"Sama-sama."
Rasya keluar dari kamar Emira, melihat mama Emira sedang membereskan gelas bekas teman-teman Emira tadi.
"Rasya bantu ya tante?." Rasya sudah bersiap mengangkat baki berisi gelas kotor.
Tapi mama Emira melarangnya, " Tidak usah nak, udah maghrib. Nak Rasya pulang aja, nanti ketinggalan sholat maghrib. Lagian tante udah selesai, tinggal di bawa ke belakang aja kok."
" Ya udah tante, Rasya pulang dulu. Maaf tante, udah merepotkan tadi bikin berantakan gini."
"Ngga apa-apa nak, tante suka kok. Emira jadi ada temennya. Ngga kesepian selama sakit."
Rasya tersenyum. "Ya udah tante, Rasya pamit ya.. Assalamu'alaikum." Rasya menyalami mama Emira kemudian mencium punggung tangannya.
" Wa'alaikumsalam."
***
Malamnya, sebelum tidur. Rasya mengirim pesan w******p kepada Emira.
"Ra, udah tidur?"
Tidak lama, pesan dibaca oleh Emira dan Emira mulai mengetikkan balasan.
"Belum, kenapa?"
"Yakin besok mau sekolah?"
"Iya"
"Ya udah, jangan tidur kemaleman. Biar besok gak kesiangan. Selama gak sekolah bangun siang terus kan? hehe."
"Enak aja, aku tetep bangun subuh-subuh ya!."
"He he, iya aku percaya."
"Iya dong. Harus percaya..Emang aku bangun subuh-subuk kok."
"Iyaa.. udah sekarang tidur gih. Mimpi indah, Ra."
"Dih, apaan deh Rasyaaa. Jangan kayak gitu. Aku geli sendiri bacanya. Hahaha.."
"Kenapa memangnya? Alay ya?. Ya udah.. mimpiin aku aja kalau gitu. hahaha."
"Kamu lagi kenapa sih Ras? Geli banget ih."
"Engga apa-apa, mungkin aku lagi jatuh cinta."
"Dih, Rasya gak jelas."
"Ya udah, Ra. Tidur sekarang. Aku juga mau tidur."
"Iya ini mau tidur, Met tidur Rasyaaa... mimpiin aku yaa hahahahahaha."
Emira terbahak di tempat. Bercandanya gak lucu buat jantung dan hati Rasya. Berdegup tidak berirama. Juga saat ini Rasya bersemu pipinya. Rasanya ingin nyebrang lapangan basket saja. Menemui perempuan yang sedang terbahak lupa akan sakit di lututnya.
"Oke, jangan kabur saat aku kejar kamu di dalam mimpi nanti ya, Ra."
Eh.. apa maksudnya mimpi kejar-kejaran. Ntar bangunnya capek.
"Aku akan diam di tempat Ras, gak bakal lari. Ntar bangun tidurnya jadi capek kalo lari-larian."
"Udah ah, lama-lama ngelantur gini chatnya. wkwkwk." Imbuh Emira.
"Hehe.. ya udah.. tidur ya.. bye Emira.."
Yang tidak Emira balas chat terakhir Rasya.
--------------------------------------