“Omen!!!”pekik mamaku waktu membuka pintu. Aku dan Omen tertawa. “Malam tante,maaf anter Noni jam segini”kata Omen lalu mencium tangan mamaku. Mama tertawa lalu menyambut ciumanku di pipinya. “Ayo masuk,om di dalam”ajak mama merangkul lengan Omen. Aku tertawa lagi melihat antusias mamaku.Di ruang tengah papa juga kaget melihat Omen. “Om…”sapa Omen mencium tangan papaku. “Putri om galau kamu gak ada kabar.Darimana?”tanya papa. Omen tertawa sambil melirikku. “Mencari jawaban untuk pertanyaan om”jawabnya. Aku sudah tertawa lagi. “Lalu result nya?”gurau mamaku. Omen menghela nafas pelan. “Maaf om,bukan aku nolak putri om yang cantik,tapi putri om udah nolak duluan.Dia sudah cinta mati sama lelaki gila di Amrik sana.Aku gak mau maksa gadis yang gak mau sama aku,aku kan lelaki”jawab

