“Gue mau pulang”desisku waktu akhirnya Omen melepaskan ciumannya Dia terdengar menghela nafas waktu aku berbalik dan membuka pintu mobil Honda Jazz hitam miliknya yang mengingatku dengan mobil milik Nino.Kami diam sepanjang jalan perjalanan pulang.Aku yang terus menatap ke luar jendela mobil dan dia juga diam dalam kebisuan yang menyiksa.Aku ingin cepat sampai aparteman dan meminta maaf walaupun kata maaf itu hanya bisa aku ungkapkan pada foto Nino. Dan aku menghela nafas lega saat tiba juga di loby aparteman. “Gue turun ya,makasih”desisku. “Tunggu Le!!”cegahnya menahan tanganku. Dia buru buru melepaskan cekalannya waktu aku menatap cekalan tangannya di lenganku. “Maaf……”desisnya lalu menunduk di setir mobil. Aku melengos lagi menyembunyikan airmataku.Omen terdengar menghela nafas l

