“Lo mau mie, nggak?” “Mau, dong. Yang soto.” Samuel mengangguk, lalu mencomot sebungkus mie instan dari rak. Mereka meneruskan perburuan snack malam dengan memasukkan kaleng soda ke keranjang. Jadi usai perkuliahan malam ini, Sam berinisiatif untuk membawa Risma keluar jalan-jalan. Mereka berkendara dengan vespa hitam milik si lelaki sebelum mendarat ke minimarket 24 jam. Berhubung kelas malam bubar lebih awal, mereka punya waktu untuk hunting makanan sampai tengah malam. “Twister dong, yang coklat. Sama itu, pocky yang matcha lo mau, nggak?” Sam menggeleng, karena jujur ia bukan penggemar rasa matcha. Lelaki itu lebih memilih rasa coklat dan mengambil sebungkus kuaci ukuran large. Ia juga menambahkan bungkusan roti tawar serta keju cheddar. Risma hanya mematung saat Sam masih menamb

