“Hai.” Farisma menutup pintu mobil sebelum mendekat ke arah Chris; menerima kecupannya. “Udah siap?” “Udah.” gadis itu mengangguk, kemudian memasang seatbelt. Audi hitam milik Christian melaju melewati perumahan sebelum membelah jalanan kota yang padat. Dari beberapa hari yang lalu, planning mereka untuk mencicipi croffle di kafe baru belum terealisasi. Maka dari itu, Farisma berinisiatif untuk melakukan reservasi atas nama kekasihnya untuk date mereka weekend ini. “How’s your dinner?” “Kemarin?” Gadis itu mengangguk. “…Good.” jari Chris mengetuk-ngetuk setir. Lalu memutar musik dari playlist-nya. “Dinner nya nggak sesuai rencana?” “Kamu tadi pagi udah makan?” pria itu menoleh, mengalihkan pembicaraan. “Udah, kok.” Terjadi keheningan di antara mereka. Farisma tak ingin sok tah

