Gelisah, Galau, Tidak Yakin

1122 Words

Hari ini Arkan dan aku menemui Pak Dewa, membahas ide proposal minggu lalu yang disetujui Arkan. Sepanjang perjalanan, aku mendadak kikuk akibat ucapan mas Ardi tadi pagi. Dan si – boss fokus menyetir, bisa jadi fokus pada resepsi pernikahannya bersama Lena. " Dengar kabar, Bapak akan menikah ya?" Aku membuka perbincangan, tidak enak ada orang tapi seperti mati. Arkan melirik sekilas, fokus lagi menyetir." Gosip tidak benar." " Kalau benar juga bagus dong Pak, Anak – Anak kantor makan enak dan gratis lagi." Aku bercanda, garing sih tapi bodo amat. " Kamu sendiri bagaimana? Lancarkan perkenalan dengan yang baru?" alih – alih dia menanyakan proses yang sedang aku jalani. " Baru juga kemarin kenalan, belum bisa ditebak." Aku menarik tisu dashboard. Panas banget, mobil mahal lho ini. "Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD