Hari ini Arkan dan aku menemui Pak Dewa, membahas ide proposal minggu lalu yang disetujui Arkan. Sepanjang perjalanan, aku mendadak kikuk akibat ucapan mas Ardi tadi pagi. Dan si – boss fokus menyetir, bisa jadi fokus pada resepsi pernikahannya bersama Lena. " Dengar kabar, Bapak akan menikah ya?" Aku membuka perbincangan, tidak enak ada orang tapi seperti mati. Arkan melirik sekilas, fokus lagi menyetir." Gosip tidak benar." " Kalau benar juga bagus dong Pak, Anak – Anak kantor makan enak dan gratis lagi." Aku bercanda, garing sih tapi bodo amat. " Kamu sendiri bagaimana? Lancarkan perkenalan dengan yang baru?" alih – alih dia menanyakan proses yang sedang aku jalani. " Baru juga kemarin kenalan, belum bisa ditebak." Aku menarik tisu dashboard. Panas banget, mobil mahal lho ini. "Ma

