Get Married

1834 Words

Mataku sembab, sejak sore tak henti - hentinya menangis. Berkali - kali Lena menghibur, tetap saja masih terisak - isak. Entah mengapa, hatiku begitu mudah tersentuh. Melihat Lena yang tertawa lepas saja malah menangis, bukannya ikut bahagia. Keluarga besar sudah berkumpul, bahkan Mbak Talita dan Mas Ardi pun ada di Bandung. Totalitas kacungnya Arkan. " Lo nangis mulu, nanti bengkak itu kantung mata. Kesannya dijodohin." Tasya menceramahiku, dia tengah memasang henna di tangan. Dia sudah dua hari disini, membantu persiapan wedding sekalipun sudah 85 persen sampai aku SAH menjadi seorang istri. " Lo akan merasakan kalau menikah nanti, haru dan bahagia berbaur menjadi satu." Sahutku jujur." Bukan menangisi pernikahan gue, malah kayak berat gitu bakal jadi istri orang dan enggak bergantun

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD